Kanwil Kemenhaj Malut Konsolidasikan Pembimbing Manasik Haji

Editor: Admin

 

Foto istimewa 

Ternate- Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Maluku Utara menggelar kegiatan inti berupa Konsolidasi Pelaksanaan Pembimbingan Manasik Haji. Pelaksanaannya di Ball room Muara Hotel pada Minggu ( 24/5/2026)

Agenda strategis ini bertujuan untuk menyamakan persepsi di antara para pembimbing ibadah haji yang telah mengantongi sertifikasi resmi di wilayah Maluku Utara.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Maluku Utara Muhammad Djabir, menjelaskan bahwa para peserta yang diundang merupakan figur-figur yang hampir setiap tahun mendedikasikan diri melakukan pembimbingan jemaah di berbagai kabupaten/kota.

"Karena adanya keterbatasan anggaran dan kuota yang diberikan oleh pusat hanya untuk 10 orang, maka untuk tahap ini kami memprioritaskan wilayah terdekat dengan jumlah jemaah terbanyak. Peserta kali ini berasal dari Kota Ternate, Halmahera Utara, Halmahera Selatan, dan Halmahera Barat," ujarnya.

Meskipun pada tahun lalu skema serupa sudah pernah dibuat, momentum hadirnya Kementerian Haji dan Umrah sebagai instansi baru yang mandiri membuat kegiatan tahun ini menjadi sangat krusial. Konsolidasi ini mengumpulkan para pembimbing yang representatif dan berpengalaman untuk menyusun sebuah pedoman baku.

Pedoman ini nantinya akan menjadi rujukan resmi bagi seluruh pembimbing ibadah dalam pelaksanaan manasik haji di tahun-tahun mendatang. Dengan begitu, seluruh pihak berada dalam satu visi dan satu tujuan, dengan cara pembimbingan yang seragam dan terstandarisasi berdasarkan pedoman yang dirumuskan hari ini.

Terkait kesiapan operasional, hingga dua hari menjelang keberangkatan jemaah ke Arafah, dilaporkan belum ada hambatan yang berarti. Secara umum, alur pelaksanaan haji dari daerah asal menuju dua kota suci (Madinah dan Makkah) hingga ke Arafah relatif sama dari tahun ke tahun.

Namun, tantangan terbesar pada musim haji kali ini adalah dinamika jemaah yang dilayani, di mana sekitar 30 persen dari total jemaah merupakan kategori lanjut usia (lansia).

"Pelaksanaan haji secara substansi hampir sama setiap tahunnya, yang membedakan saat ini hanya institusi barunya. Namun, tantangan nyata kita tahun ini adalah mengurus sekitar 30 persen jemaah lansia. Kondisi ini tentu cukup repot dan membutuhkan kerja ekstra. Oleh karena itu, kami meminta seluruh teman-teman petugas dan pembimbing untuk berusaha maksimal, memandirikan diri, dan fokus penuh dalam mengelola serta mendampingi para jemaah lansia tersebut," pungkasnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini