Panen Perdana Demplot Lemba Asri: Cabai Keriting dan Tomat Capai 600 Kg, Petani Mulai Beralih ke Sistem Modern

Editor: Admin
foto istimewah

Halmahera Tengah – Kabar menggembirakan datang dari Demonstrasi Plot (DEMPLOT) Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Kabupaten Halmahera Tengah. Kelompok Penerima Manfaat (KPB) Demplot Lemba Asri berhasil melaksanakan panen perdana cabai keriting dan tomat dengan total hasil mencapai 600 kilogram. Dari 600 Kg ini terbagi dua toma 400 Kg, Cabe Kriting 200 Kg, dari kedua komuditi ini kami tanam di demplot kami, untuk hasil panen kami langung di ambil oleh para pembil, cabai kririting 1 kg Rp. 40.000. dan Tomat Per 1 Kg, Rp. 19000. Panen ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras, semangat kelompok, dan penerapan teknologi pertanian mulai menunjukkan hasil yang positif bagi masyarakat.


Program TEKAD hadir sebagai upaya mendorong masyarakat desa agar lebih produktif dalam mengembangkan sektor pertanian dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Melalui pendampingan, pelatihan, serta penerapan metode pertanian yang lebih modern, petani didorong agar memiliki pola pikir maju dalam mengelola lahan pertanian.


Ketua Kelompok Penerima Manfaat (KPB) Demplot Lemba Asri, Bapak Toni, menyampaikan rasa syukur dan kebahagiaannya atas panen perdana tersebut. Menurutnya, hasil yang dicapai hari ini merupakan buah dari proses panjang yang telah dilalui kelompoknya sejak tahap persiapan lahan hingga masa panen.


“Alhamdulillah, akhirnya hari ini kami bisa merasakan panen perdana. Kami bersama teman-teman sangat semangat karena Program TEKAD telah memberikan pengalaman dan pembelajaran baru bagi kami. Mulai dari cara pengolahan lahan, perawatan tanaman, hingga proses panen hari ini, semuanya menjadi pelajaran berharga,” ujar Bapak Toni.

foto istimewah

Ia menjelaskan bahwa salah satu perubahan besar yang dirasakan kelompoknya adalah penerapan sistem pertanian yang lebih modern. Jika sebelumnya petani masih menggunakan metode penyiraman secara manual, kini Demplot Lemba Asri telah menerapkan sistem irigasi tetes pada lahan pertanian mereka.


Menurut Bapak Toni, seluruh bedengan pada lahan sudah dipasangi jaringan pipa irigasi yang terhubung langsung ke setiap tanaman cabai keriting dan tomat. Sistem tersebut mempermudah proses penyiraman karena air dapat langsung dialirkan ke akar tanaman.


“Sekarang kami sudah menggunakan irigasi tetes. Pipa sudah dipasang di semua bedengan dan disalurkan langsung ke setiap lubang tanaman. Jadi saat penyiraman menggunakan mesin, kami hanya perlu membuka keran, dan air langsung mengalir ke seluruh tanaman. Ini sangat membantu pekerjaan kami,” jelasnya.


Ia menambahkan bahwa teknologi tersebut menjadi langkah maju dalam dunia pertanian di desa. Menurutnya, sistem yang diterapkan saat ini merupakan perubahan dari cara-cara tradisional menuju pertanian yang lebih modern dan efisien.


“Ini merupakan perubahan besar bagi kami. Dulu semua dilakukan secara manual, sekarang sudah lebih modern. Selain lebih mudah, penggunaan air juga lebih teratur dan tanaman menjadi lebih terawat,” tambahnya.


Sementara itu, Ibu Rukmana selaku Fasilitator Kecamatan Weda Selatan mengatakan bahwa pihaknya akan terus mendampingi dan memberikan edukasi kepada petani di wilayah tugasnya. Pendampingan tersebut tidak hanya fokus pada teknik bercocok tanam, tetapi juga bagaimana membangun pola pikir produktif di kalangan petani.


Menurutnya, petani perlu memahami bahwa usaha pertanian bukan hanya sekadar menanam dan memanen, tetapi juga harus mampu melihat peluang ekonomi serta melakukan perencanaan usaha yang baik.


“Kami akan terus memberikan edukasi kepada petani agar memiliki pola pikir yang lebih produktif. Petani juga perlu memahami analisis usaha dan pengelolaan keuangan sehingga pertanian dapat menjadi sumber penghasilan yang menjanjikan untuk masa depan mereka,” ungkapnya.


Hal senada juga disampaikan Ibu Harmiyati, selaku fasilitator kecamatan. Ia menjelaskan bahwa pendampingan kepada kelompok tani akan terus dilakukan secara berkelanjutan agar petani semakin berkembang dan berani menerapkan inovasi baru.


“Kami akan terus hadir memberikan ide dan pendampingan kepada petani. Mulai dari proses pengolahan lahan, perawatan tanaman, hingga panen. Harapannya, petani di Halmahera Tengah bisa berubah dari sistem tradisional menuju petani modern yang lebih maju dan mandiri,” ujarnya.


Keberhasilan panen perdana Demplot Lemba Asri ini menjadi motivasi bagi kelompok lain agar terus semangat mengembangkan potensi pertanian desa. Selain meningkatkan hasil produksi, penggunaan teknologi juga diharapkan dapat mempermudah pekerjaan petani dan meningkatkan efisiensi biaya usaha tani.

Di akhir penyampaiannya, Bapak Toni mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan Program TEKAD di Kabupaten Halmahera Tengah.


“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Program TEKAD dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal. Terima kasih juga kepada fasilitator desa, kecamatan, kabupaten, hingga Korwil Halmahera Tengah yang terus mendampingi kami,” tutupnya.


Panen perdana ini menjadi bukti bahwa semangat, kerja sama, pendampingan, serta penerapan teknologi yang tepat dapat membawa perubahan nyata bagi masyarakat desa. Harapannya, keberhasilan Demplot Lemba Asri menjadi inspirasi bagi petani lain untuk terus bergerak menuju pertanian yang lebih maju, produktif, dan berkelanjutan. (red/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini