![]() |
| Foto istimewa |
Ternate – Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Kewirausahaan Universitas Khairun menggelar pelatihan bertajuk “Pengembangan Modul BIPA Berbasis Kearifan Lokal bagi Pemandu Wisata di Kota Ternate” pada 15–16 Juni 2026 di Aula Mini FKIP Universitas Khairun.
Kegiatan ini diikuti 25 peserta yang berasal dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Maluku Utara, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, serta mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia yang telah mempelajari Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA).
Pelatihan tersebut menghadirkan dua narasumber, yakni Noormala, S.Pd dari Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara dan Kris Syamsudin, SP dari Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara. Keduanya membahas berbagai materi strategis, mulai dari kebijakan dan peluang pengembangan BIPA untuk sektor pariwisata hingga teknik mengintegrasikan potensi wisata dan budaya lokal Ternate ke dalam bahan ajar bagi wisatawan mancanegara.
Ketua Tim PKM, Dr. Roswita M. Aboe, M.A., mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan bahasa, tetapi juga mendorong lahirnya produk edukatif yang bernilai ekonomi bagi para pemandu wisata.
“Tujuan kegiatan ini adalah menyediakan modul, bahan ajar, atau buku saku BIPA berbasis kearifan lokal Ternate yang dapat digunakan oleh pemandu wisata sebagai media pembelajaran sekaligus produk jasa edukatif. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas pemandu wisata dalam pengembangan modul BIPA dari sisi pedagogis maupun kewirausahaan,” ujarnya.
Menurut Roswita, integrasi budaya dan potensi lokal ke dalam materi pembelajaran BIPA akan menjadi nilai tambah yang mampu memperkuat daya tarik wisata Kota Ternate di mata wisatawan asing.
Kegiatan ini juga didukung oleh dua anggota Tim PKM Kewirausahaan Universitas Khairun, yakni Dr. Haerul, M.Pd, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia yang juga pengajar BIPA, serta Abdulhalim Daud, M.Pd, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris sekaligus pengurus HPI Maluku Utara dan pemandu wisata senior.
Melalui pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan pendampingan dalam menyusun bahan ajar yang memuat berbagai kekayaan budaya, sejarah, tradisi, dan destinasi wisata khas Ternate. Modul yang dihasilkan nantinya diharapkan dapat menjadi panduan praktis bagi wisatawan asing untuk mempelajari bahasa Indonesia sekaligus mengenal budaya lokal secara lebih mendalam.
Roswita menambahkan, keberlanjutan program ini diharapkan mampu memberdayakan anggota HPI, pemandu wisata lokal, maupun calon pemandu wisata dalam jangka panjang.
“Pelatihan ini diharapkan dapat menguatkan identitas budaya lokal Ternate, meningkatkan kualitas layanan wisata, serta memperkuat daya saing pemandu wisata Maluku Utara di tingkat nasional maupun internasional,” pungkasnya.
Pelatihan ini menjadi salah satu langkah konkret Universitas Khairun dalam menghubungkan dunia pendidikan, pelestarian budaya, dan pengembangan ekonomi kreatif melalui sektor pariwisata yang berkelanjutan.
