![]() |
| Foto istimewa |
Weda Selatan, Halmahera Tengah — Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) kembali menunjukkan hasil nyata di sektor pertanian. Kelompok demplot di Desa Kluting Jaya, Kecamatan Weda Selatan, berhasil melaksanakan panen perdana cabai dengan total produksi mencapai 300 kilogram.
Capaian ini menjadi tonggak awal keberhasilan pengembangan hortikultura berbasis pemberdayaan masyarakat desa. Selain mendukung ketahanan pangan, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani lokal yang tergabung dalam kelompok usaha produktif.
Ketua Kelompok KPB Desa Kluting Jaya, Arifin Goro-Goro, menyampaikan rasa syukur atas hasil panen perdana tersebut. Ia menilai, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja sama yang solid antaranggota kelompok serta dukungan berbagai pihak.
“Alhamdulillah, panen perdana ini menjadi bukti bahwa usaha dan kerja keras kami mulai membuahkan hasil. Meskipun masih tahap awal, hasil 300 kilogram ini cukup memberi semangat untuk terus mengembangkan budidaya cabai,” ujar Arifin.
Menurutnya, hasil panen tersebut telah mampu memenuhi kebutuhan pasar di wilayah Kecamatan Weda Selatan hingga Kota Weda. Ke depan, kelompoknya berencana melakukan perawatan tanaman secara lebih intensif serta memperluas lahan tanam guna meningkatkan produksi pada panen berikutnya.
![]() |
| Foto istimewa |
Arifin juga berharap adanya dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan program TEKAD agar petani semakin mandiri dan memiliki daya saing yang lebih kuat.
Sementara itu, Fasilitator Kecamatan Weda Selatan, Harmiyati, mengapresiasi kerja keras kelompok demplot Kluting Jaya. Ia menilai capaian ini merupakan hasil dari pendampingan yang konsisten serta komitmen masyarakat dalam menjalankan program secara optimal.
“Panen perdana ini merupakan langkah awal yang sangat baik. Kami melihat keseriusan dan semangat tinggi dari kelompok dalam mengelola demplot. Harapannya, ini bisa menjadi contoh bagi desa lain dalam mengembangkan potensi pertanian lokal,” kata Harmiyati.
Ia menambahkan, Program TEKAD tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan kapasitas petani, manajemen usaha, serta akses pasar. Dengan pendekatan tersebut, hasil pertanian diharapkan mampu memberikan nilai tambah ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Program TEKAD sendiri merupakan inisiatif pemerintah untuk mendorong transformasi ekonomi desa melalui pendekatan terintegrasi, mencakup sektor pertanian, perikanan, hingga pengembangan usaha mikro. Di Kabupaten Halmahera Tengah, program ini telah memberikan dampak positif di berbagai desa, termasuk Kluting Jaya.
Keberhasilan panen perdana ini diharapkan menjadi pemicu semangat bagi masyarakat untuk terus mengembangkan sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama peningkatan kesejahteraan. Dengan produksi yang terus meningkat, peluang menembus pasar yang lebih luas—baik lokal maupun regional—kian terbuka. (Red/tim)

