Panen Perdana Jagung Demplot Desa Were Capai 1,5 Ton, Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat

Editor: Admin
Kegiatan panen perdana ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan awal, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kapasitas dan kemandirian kelompok dalam mengelola usaha pertanian secara produktif. Dengan dukungan program TEKAD, masyarakat mulai menunjukkan perubahan pola pikir dari sekadar bertani untuk kebutuhan konsumsi menjadi usaha yang berorientasi pada peningkatan pendapatan dan keberlanjutan ekonomi.

Weda – Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Kabupaten Halmahera Tengah kembali menunjukkan capaian yang menggembirakan melalui panen perdana jagung di Demplot Desa Were, Kecamatan Weda, dengan total produksi mencapai 1,5 ton. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa intervensi program pemberdayaan ekonomi berbasis pertanian mampu memberikan hasil yang positif bagi masyarakat desa, khususnya kelompok penerima manfaat.

Kegiatan panen perdana ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan awal, tetapi juga mencerminkan meningkatnya kapasitas dan kemandirian kelompok dalam mengelola usaha pertanian secara produktif. Dengan dukungan program TEKAD, masyarakat mulai menunjukkan perubahan pola pikir dari sekadar bertani untuk kebutuhan konsumsi menjadi usaha yang berorientasi pada peningkatan pendapatan dan keberlanjutan ekonomi.

Ketua Kelompok Penerima Manfaat (KPB) Desa Were, Risal Dahlan, menyampaikan bahwa capaian panen perdana ini memberikan dorongan moral yang sangat besar bagi seluruh anggota kelompok. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan produktivitas serta memperluas lahan garapan secara bertahap. Ia juga mengungkapkan bahwa hasil panen jagung yang diperoleh telah mendapatkan respon positif dari pasar, di mana sebagian hasilnya telah dipesan oleh masyarakat lokal, desa tetangga, hingga pelaku pasar di kawasan lingkar tambang yang memiliki tingkat permintaan yang cukup tinggi seiring dengan jumlah tenaga kerja yang besar di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, dalam rangka menjaga kesinambungan produksi, kelompok telah melakukan langkah-langkah strategis dengan menyiapkan lahan baru seluas 1 hektar untuk penanaman berikutnya. Proses pembersihan dan pengolahan lahan telah dilakukan sebelum panen berlangsung, sehingga tidak terjadi jeda waktu yang panjang antara masa panen dan masa tanam. Hal ini menunjukkan adanya perencanaan yang baik serta komitmen kelompok dalam menerapkan sistem pertanian berkelanjutan.

foto istimewah

Selain itu, aspek kelembagaan kelompok juga terus diperkuat melalui pendampingan yang intensif dari fasilitator lapangan. Fasilitator Kecamatan Weda, Hidayat Syarif, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan edukasi, pembinaan, serta motivasi kepada kelompok agar mampu mengelola usaha pertanian secara lebih profesional, efektif, dan efisien. Ia menekankan bahwa konsistensi dalam bertani serta penerapan teknik budidaya yang tepat akan sangat berpengaruh terhadap peningkatan hasil produksi dan kualitas panen.

Menurutnya, apabila kegiatan pertanian ini terus dilakukan secara berkelanjutan dan terencana, maka tidak hanya akan meningkatkan pendapatan kelompok, tetapi juga mampu memperkuat ketahanan ekonomi rumah tangga masyarakat desa. Bahkan dalam jangka panjang, kegiatan ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi lokal serta membuka peluang usaha baru di sektor pertanian dan perdagangan hasil tani.

Program TEKAD sendiri merupakan salah satu upaya strategis pemerintah dalam mendorong transformasi ekonomi masyarakat desa melalui pendekatan terpadu yang melibatkan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan kelembagaan, serta optimalisasi pemanfaatan potensi lokal. Melalui program ini, masyarakat didorong untuk lebih mandiri, produktif, dan inovatif dalam mengelola sumber daya yang dimiliki.

Dengan keberhasilan panen perdana ini, diharapkan Desa Were dapat menjadi salah satu contoh keberhasilan implementasi program TEKAD di Kabupaten Halmahera Tengah. Ke depan, diharapkan semakin banyak kelompok masyarakat yang terlibat aktif dalam kegiatan produktif serupa, sehingga mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi desa yang inklusif dan berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

 

Share:
Komentar

Berita Terkini