Kunjungan Tim Nasional ke Weda Selatan, Program TEKAD Dinilai Berhasil Tingkatkan Pendapatan Petani

Editor: Admin
Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad) Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara Kembali dikunjungi oleh Tim National Project Management Unit (NPMU) Tekad Pusat, kunjungan tersebut dilaksanakan di Kecamatan Weda Selatan Desa Wairoro Indah dan Desa Lembah Asri sebagai sampel lokus desa pelaksana program Tekad.

Weda, 23 s/d 25 April 2025, Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (Tekad) Kabupaten Halmahera Tengah Provinsi Maluku Utara Kembali dikunjungi oleh Tim National Project Management Unit (NPMU) Tekad Pusat, kunjungan tersebut dilaksanakan di Kecamatan Weda Selatan Desa Wairoro Indah dan Desa Lembah Asri sebagai sampel lokus desa pelaksana program Tekad.

Dalam kunjungan tersebut Tim NPMU Tekad Pusat didampingi langsung oleh Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Program Tekad Halteng pada Dinas PMD Kabupaten Halmahera Tengah dan Tim Fasilitator Program Tekad. 

Kunjungan dilaksanakan dilokasi kegiatan Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD) Budidaya tanaman Semangka, Melon serta sejenis komoditi tanaman hortikultura lainnya yang dilaksanakan oleh Bumdes Wairoro Makmur beserta kelompok penerima manfaat program Tekad, pada kunjungan tersebut dilakukan tatap muka oleh Tim NPMU, TPK dengan Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Desa, Tim Fasilitator serta Penerima Manfaat program Tekad yang bertempat di Saung Tani RITD Desa Wairoro Indah. 

Tim NPMU ini dipimpin langsung oleh Project Management Advisior Program tekad yang di damping oleh SA Procurement Program Tekad Bapak Agus Sudarto, SE, Ia menyampaikan kepada penerima manfaat untuk memanfaatkan semaksimal mungkin terkait pembiayaan kegiatan RITD maupun kegiatan Demonstrasi Plot (Demplot) yang dilaksanakan di desa. Dana yang diberikan ini berasal dari IFAD, dalam bentuk pinjaman kepada Pemerintah RI untuk kegiatan program Tekad, olehnya itu penggunaannya tentu akan dimintai pertanggungjawaban baik secara admistrasi bukti belanja serta pemanfaatannya di lapangan.

Program Tekad melalui bantuan kegiatan RITD ini diharapkan agar dilaksanakan dengan baik, sehingga hasil yang diharapkan pada kegiatan ini dapat meningkatkan pendapatan rumah tangga penerima manfaat dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di desa. 

Produk yang dihasilkan pada kegiatan ini kami harapkan agar dilakukan kerjasama dengan pelaku pasar dan pengurus yang menangani dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang telah terbentuk di wilayah kabupaten/kota se provinsi maluku utara, kegiatan yang diharapkan dapat berjalan dengan baik dan tetap berkelanjutan, inilah pesan yang perlu kami sampaikan karena program Tekad akan berakhir di akhir tahun 2026, sehingga walaupun program Tekad akan berakhir tetapi kegiatannya terus berjalan secara kontinyu. 

Pada acara tatap muka tersebut, Bapak Muhammad Yasin, S.Pt, M.Si, Analis Kebijakan Ahli Madya pada Direktorat Promosi dan Pemasaran Produk Unggulan Desa dan Daerah Tertinggal, menyampaikan bahwa kegiatan Demplot dan RITD yang dilaksanakan di desa adalah selain merupakan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan rumah tangga/petani, juga harus dijadikan sebagai media/tempat pembelajaran bagi warga masyarakat, untuk itu ia berpesan kepada penerima manfaat agar dapat membuka ruang kepada masyarakat untuk belajar menimba ilmu, terkait penerapan inovasi dan teknologi tepat guna yang telah dilaksanakan di areal usaha kegiatan demplot atau RITD ini. 

Selain itu terkait dengan pengembangan ilmu dan pengetahuan bagi pelaku usaha/penerima manfaat/warga Masyarakat yang ada di desa juga bagian dari tugas dan tupoksi Fasilitator baik di Tingkat Kader Desa, Fasilitator Kecamatan dan Fasilitator Kabupaten untuk itu saya berharap kepada Tim Fasilitator agar melaksanakan secara serius tugas dan tupoksi sebagaimana yang telah di atur pada petunjuk teknis pendampingan fasilitator dilapangan. 

Ia juga berharap kepada petani penerima manfaat program tekad agar perlu adanya pengembangan luas areal tanam, karena semakin banyak permintaan pasar tentang komoditi hasil-hasil pertanian, tentu jumlah produk yang dihasilkan juga harus semakin bertambah.

Ketua TPK Program Tekad/Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa kabupaten Halmahera Tengah, Bapak Mustami Jamal SP, pada kesempatan itu ia juga menyampaiakan bahwa dari sekian kegiatan pemberdayaan masyarakat di sektor pertanian di desa terutama lokus program Tekad, kelompok penerima bantuan (KPB) dan Bumdes sebagai pelaksana kegiatan demplot dan RITD yang ada di Desa wairoro Indah cukup berhasil. 

“karena berdasarkan hasil monitoring yang saya laksanakan baik kegiatan hasil panen tanaman semangka di Lokasi demplot, melon di Lokasi RITD yang dihasilkan selain dapat memenuhi permintaan pasar dan kebutuhan dapur MBG yang ada di kabupaten Halmahera Tengah, juga dapat dipasarkan di kabupaten Halmahera Selatan dan Ibu Kota Sofifi sebagai pusat pemerintahan Provinsi Maluku Utara”. 

"Untuk itu saya berharap kepada Tim NPMU Tekad Pusat melalui Kementerian Desa, agar kedepan walaupun program Tekad sudah berakhir dapat mengintervensi program-program lainnya yang berkaitan dengan pemberdayaan Masyarakat desa sehingga kita dapat berkolaborasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung program pemberdayaan yang ada di desa.

Kunjungan ini dilanjutkan dengan kegiatan panen tanaman semangka secara simbolis oleh Tim NPMU Tekad Pusat yang didampingi langsung oleh TPK Tekad Halteng, Pemerintah Kecamatan dan Desa. Di sela-sela kegiatan panen Ketua Pengelola RITD Bapak Semiadi yang didampingi langsung oleh Ibu Nurlela Jamali, S.Ip, Pj. Kepala Desa Wairoro Indah yang saat ini juga menjabat sebagai Camat Kecamatan Weda Selatan, mereka menyampaikan ucapan terima kasih kepada Bapak Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal atas kerjasamanya dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Tengah atas bantuan Biaya kegiatan Demplot yang berjumlah Rp. 100.000.000,- (serratus juta rupiah) kegiatan RITD senilai Rp. 400.000.000,- (Empat Ratus Juta Rupiah). 

“Kelompok ini telah terbentuk sejak tahun 2023 oleh program Tekad melalui Musyawarah Desa yang difasilitasi oleh Fasilitator Program Tekad, awalnya kelompok yang dibentuk kegiatan usahanya berjalan secara mandiri dengan keterbasan modal serta sarana produksi di bidang pertanian yang kami miliki. Kami sangat bersyukur karena dengan adanya bantuan demplot dan RITD sangat membantu kami untuk melengkapi kebutuhan sarana dan prasarana yang dibutuhkan baik kebutuhan bibit, pupuk, pestisida, alsintan, sarana irigasi dan pembangunan rumah pembibitan serta pembangunan saung tani sebagaimana yang telah kami rincikan pada rencana deventif kebutuhan kelompok (RDKK) yang kami usulkan pada rancangan anggaran biaya (RAB) permohonan proposal kegiatan demplot dan RITD tahun anggaran 2025. Kegiatan ini telah kami laksanakan sejak akhir bulan desember 2025 sampai saat ini, total jumlah hasil panen budidaya buah semangka di lahan demplot yang telah kami jual sudah mencapai 27,5 ton. Untuk hasil panen budidaya melon di lahan RITD sudah mencapai 13 ton, dan hasil panen buah semangka yang hari ini Sabtu, 25 April 2025 mencapai 11,7 ton. Metode waktu pola tanam yang kami terapkan dilapangan itu per minggu, berdasarkan blok areal tanam yang telah kami plot, hal ini dilakukan agar menjaga Tingkat permintaan akan komoditas tanaman semangka dan melon tetap terjaga”.

Fasilitator kabupaten Monitoring dan Evaluas Iksan Basri, SP, melalui awak media menyampaikan Salah satu misi utama Tujuan program Tekad adalah memberdayakan masyarakat di Indonesia Timur melalui pengembangan produksi berbasis komoditas desa, guna meningkatkan pendapatan yang stabil, berkelanjutan, serta memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi desa secara inklusif. 

Selain itu kami akan mewujudkan instruksi yang ditegaskan oleh Menteri Desa Daerah Tertinggal, Bapak Yandri Susanto tentang program Desa Tematik, karena program ini merupakan program unggulan Kementerian Desa PDTT untuk mendukung Visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, dalam asta cita ke 2 terutama dalam swasembada pangan nasional serta asta cita ke 6 yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi dan pemberantasan kemiskinan. 

“Untuk itu dalam waktu dekat Kami tim fasilitator akan melakukan pemetaan di lokus desa Tekad, terkait dengan hasil produk unggulan yang telah dilaksanakan melalui program Tekad agar kedepan berfokus pada satu produk keunggulan khusus yang nampak di Desa”. (Red/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini