Panen Semangka Demplot Wairoro Indah Hamparan Ke-3 Tembus 7 Ton, Program TEKAD Dorong Kesejahteraan Petani

Editor: Admin

 

Foto istimewa 

Weda Selatan – Keberhasilan kembali ditorehkan oleh Kelompok Penerima Manfaat (KPB) Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, melalui kegiatan Demonstrasi Plot (Demplot) budidaya semangka dalam Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD). Pada panen hamparan ke-3, total produksi semangka berhasil menembus angka 7 ton, menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan panen sebelumnya sekaligus memperkuat optimisme petani lokal terhadap sektor hortikultura.

Ketua Kelompok Demplot, Muhammad Kholil, mengungkapkan bahwa hasil panen kali ini langsung terserap pasar tanpa kendala. Dari total 7 ton produksi, sebanyak 4 ton merupakan hasil pemesanan khusus dari pihak MBG Kabupaten Halmahera Selatan, sementara 3 ton lainnya dibeli oleh pedagang dari Perusahaan Harita Group yang beroperasi di Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan.

“Alhamdulillah, seluruh hasil panen pada hamparan ke-3 ini langsung terjual. Bahkan pembeli datang langsung ke lokasi lahan untuk melakukan pembayaran sekaligus proses pemuatan semangka ke mobil distribusi,” ujar Muhammad Kholil.

Semangka hasil panen tersebut dibeli dengan harga Rp12.000 per kilogram. Dengan total produksi mencapai 7.000 kilogram, kelompok petani berhasil meraup pendapatan sebesar Rp84.000.000. Angka ini dinilai sangat menggembirakan dan menjadi bukti nyata bahwa program TEKAD mampu memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat desa.

Proses distribusi pun berjalan lancar, di mana pembeli langsung mengangkut hasil panen dari lahan menuju berbagai titik pemasaran sesuai kebutuhan masing-masing. Hal ini tidak hanya menghemat biaya distribusi bagi petani, tetapi juga memastikan kesegaran produk tetap terjaga hingga ke tangan konsumen.

Di sisi lain, Fasilitator Kecamatan Weda Selatan, Rukmana, menekankan pentingnya pengelolaan hasil pendapatan secara bijak. Ia mengingatkan bahwa keuntungan dari panen tidak hanya untuk konsumsi sesaat, tetapi harus dimanfaatkan sebagai modal berkelanjutan dalam mendukung siklus pertanian berikutnya.

“Pendapatan dari panen ini harus dikelola dengan baik. Sebagian perlu disisihkan untuk biaya produksi berikutnya, sehingga kegiatan pertanian bisa terus berjalan tanpa bergantung pada bantuan luar,” jelas Rukmana.

Hal senada juga disampaikan oleh Harmiyati, yang turut memberikan pendampingan kepada kelompok petani. Ia menegaskan bahwa esensi utama dari Program TEKAD adalah mendorong kemandirian dan keberlanjutan usaha tani di tingkat desa.

“Yang terpenting dari program ini adalah bagaimana petani bisa terus bertani secara berkelanjutan. Jika dikelola dengan sungguh-sungguh, hasil dari bertani tidak kalah dengan profesi lain seperti ASN maupun wiraswasta,” ujarnya.

Keberhasilan panen semangka pada hamparan ke-3 ini menjadi bukti konkret bahwa pendekatan demplot dalam Program TEKAD efektif dalam meningkatkan kapasitas petani, baik dari sisi teknis budidaya maupun manajemen usaha. Selain itu, keterlibatan berbagai pihak, mulai dari fasilitator hingga mitra pasar, turut memperkuat ekosistem pertanian yang produktif dan berdaya saing.

Dengan capaian ini, Desa Wairoro Indah semakin menunjukkan potensinya sebagai salah satu sentra produksi semangka di Kabupaten Halmahera Tengah. Diharapkan, keberhasilan ini dapat terus berlanjut pada musim tanam berikutnya dan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain dalam mengembangkan sektor pertanian berbasis pemberdayaan masyarakat. (Red/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini