Bonus Dipangkas, Ego Bintang Mengemuka di Skuad Pranci

Editor: Admin
Foto istimewa 

PARIS — Tim Nasional Prancis menghadapi sejumlah tantangan di luar lapangan menjelang bergulirnya Piala Dunia FIFA 2026. Selain harus bersaing di grup yang dianggap berat, skuad Les Bleus juga diterpa isu internal terkait persaingan antarpemain di lini depan serta kebijakan pemotongan bonus yang dilakukan Federasi Sepak Bola Prancis (FFF).

Pelatih Didier Deschamps mengakui bahwa salah satu pekerjaan terbesarnya saat ini adalah menjaga keseimbangan ruang ganti tim yang dihuni banyak pemain bintang. Kedalaman skuad yang dimiliki Prancis memang menjadi keunggulan tersendiri, namun di sisi lain berpotensi memunculkan persoalan ego dan persaingan internal.

Nama-nama seperti Kylian Mbappé, Ousmane Dembélé, Michael Olise, Marcus Thuram, hingga Randal Kolo Muani bersaing memperebutkan tempat utama di lini serang. Situasi tersebut membuat sejumlah pemain berisiko lebih sering menghuni bangku cadangan selama turnamen berlangsung.

Sejumlah pengamat sepak bola Prancis menilai kemampuan Deschamps dalam mengelola dinamika ruang ganti akan menjadi faktor krusial bagi peluang Les Bleus meraih gelar juara dunia ketiga sepanjang sejarah mereka.

Di tengah upaya menjaga keharmonisan skuad, isu lain muncul setelah Presiden FFF Philippe Diallo dikabarkan menggelar pertemuan dengan para pemain terkait skema bonus Piala Dunia 2026. Federasi meminta para pemain menerima penyesuaian atau pengurangan bonus karena nilai hadiah yang diterima dari FIFA disebut tidak sesuai dengan target pendapatan awal yang diproyeksikan.

Meski belum menimbulkan konflik terbuka, kebijakan tersebut memicu diskusi internal antara federasi dan para pemain menjelang keberangkatan tim ke Amerika Utara.

Situasi ini menjadi perhatian karena kestabilan hubungan antara federasi dan pemain kerap berpengaruh terhadap suasana tim selama turnamen berlangsung.

Di atas semua persoalan tersebut, Prancis juga menghadapi tantangan berat di lapangan. Les Bleus tergabung dalam Grup I bersama Senegal, Norwegia, dan Irak.

Senegal dipandang sebagai salah satu kekuatan utama Afrika yang memiliki pengalaman tampil di panggung dunia. Norwegia datang dengan generasi emas yang dipimpin Erling Haaland dan Martin Ødegaard, sementara Irak berpotensi menjadi kuda hitam yang mampu menyulitkan lawan-lawannya.

Meski tetap masuk dalam daftar favorit juara berkat kualitas skuad yang dimiliki, Prancis kini harus menghadapi tekanan ganda menjelang Piala Dunia 2026. Selain dituntut tampil maksimal di lapangan, mereka juga harus memastikan dinamika internal tim tidak mengganggu ambisi untuk kembali mengangkat trofi yang terakhir mereka raih pada edisi 2018.

Seluruh mata kini tertuju pada Didier Deschamps. Keberhasilannya menjaga soliditas ruang ganti sekaligus mengelola ekspektasi para pemain bintang diyakini akan menjadi penentu perjalanan Les Bleus di Piala Dunia 2026.
Share:
Komentar

Berita Terkini