Brasil Tak Lagi Menakutkan? Selecao Hadapi Sorotan dan Tekanan Jelang Piala Dunia 2026

Editor: Admin
foto istimewa 

RIO DE JANEIRO – Nama Brasil selama puluhan tahun identik dengan status favorit juara Piala Dunia. Namun menjelang bergulirnya Piala Dunia FIFA 2026, situasi berbeda justru menyelimuti tim berjuluk Selecao tersebut. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, Brasil tidak lagi ditempatkan sebagai kandidat utama peraih trofi.

Berbagai lembaga analisis dan bursa taruhan internasional menempatkan Brasil hanya di posisi kelima calon juara dunia. Mereka berada di bawah Spanyol, Prancis, Portugal, hingga juara bertahan Argentina yang dinilai memiliki skuad lebih matang dan stabil.

Penurunan status ini memunculkan pertanyaan besar mengenai kemampuan Brasil untuk kembali mengangkat trofi dunia yang terakhir mereka raih pada Piala Dunia 2002 di Korea Selatan dan Jepang.

Lini Belakang Jadi Titik Lemah

Salah satu kritik terbesar yang diarahkan kepada Brasil adalah rapuhnya sektor pertahanan. Dalam laga uji coba terakhir menghadapi Mesir, Brasil memang meraih kemenangan 2-1, namun performa lini belakang justru memunculkan kekhawatiran.

Beberapa kesalahan individu dan buruknya koordinasi antarpemain belakang membuat pertahanan Brasil dinilai belum cukup solid untuk menghadapi tim-tim elite Eropa seperti Prancis, Spanyol, atau Portugal.

Pengamat sepak bola Brasil menilai masalah tersebut bisa menjadi bom waktu ketika turnamen memasuki fase gugur, di mana satu kesalahan kecil dapat mengakhiri perjalanan sebuah tim.

Neymar Masih Jadi Tanda Tanya

Sorotan lain tertuju kepada Neymar Jr. Bintang berusia 34 tahun itu kembali dipanggil pelatih Carlo Ancelotti setelah sempat absen panjang akibat cedera Anterior Cruciate Ligament (ACL).

Meski keberadaannya dianggap penting untuk memberikan pengalaman dan kreativitas di lini serang, kondisi fisik Neymar masih menjadi perdebatan. Banyak pihak meragukan apakah mantan pemain Barcelona dan Paris Saint-Germain itu mampu bermain penuh sepanjang turnamen.

Sejumlah media Brasil bahkan memprediksi Neymar hanya akan berperan sebagai "super-sub" atau pemain pengganti yang masuk pada babak kedua untuk mengubah jalannya pertandingan.

Bayang-Bayang Kutukan Perempat Final

Selain persoalan teknis, Brasil juga dibayangi tekanan psikologis yang tidak ringan. Dalam empat edisi Piala Dunia terakhir, Selecao selalu gagal melewati babak perempat final.

Pada 2014 mereka dipermalukan Jerman 1-7 di kandang sendiri. Empat tahun kemudian tersingkir dari Belgia, lalu dikalahkan Kroasia melalui adu penalti pada Piala Dunia 2022. Rangkaian kegagalan tersebut menciptakan beban mental yang terus menghantui generasi pemain Brasil saat ini.

Kini harapan besar disematkan kepada pelatih anyar Carlo Ancelotti. Pelatih asal Italia itu didatangkan dengan misi mengakhiri puasa gelar dunia yang telah berlangsung selama 24 tahun.

Masih Punya Kualitas untuk Mengejutkan

Meski dihantam berbagai kritik, Brasil tetap tidak bisa diremehkan. Mereka masih memiliki deretan pemain berkualitas seperti Vinicius Junior, Rodrygo, Endrick, Bruno Guimaraes, hingga Neymar yang sarat pengalaman.

Namun berbeda dengan edisi-edisi sebelumnya, kali ini Brasil datang ke Piala Dunia bukan sebagai tim yang paling ditakuti, melainkan sebagai raksasa yang sedang berusaha membuktikan bahwa mereka belum habis.

Piala Dunia 2026 pun akan menjadi ujian terbesar bagi Selecao: bangkit dan kembali menjadi penguasa dunia, atau melanjutkan rentetan kekecewaan yang telah berlangsung lebih dari dua dekade. (Red/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini