![]() |
| Foto istimewa |
Sofifi- Pemerintah Provinsi Maluku Utara akan membangun ruas jalan provinsi di Pulau Makian pada tahun 2026. Pembangunan ini difokuskan pada jalur Makian Barat menuju Makian Pulau sebagai upaya menjawab keluhan masyarakat terkait keterbatasan akses transportasi darat,Ucap Muksin (Rabu/ 21/01/2026)
Menurut Muksin Amrin Anggota DPRD Provinsi Malut itu, Selama ini masyarakat Makian Barat mengalami kesulitan akses karena ruas jalan yang belum dapat dilalui. Kondisi tersebut memaksa warga bergantung sepenuhnya pada transportasi laut. Padahal, wilayah Makian Barat langsung menghadap ke lautan lepas, sehingga pada saat cuaca buruk kapal penumpang tidak dapat beroperasi. Bahkan, hampir seluruh kampung di Makian Barat belum memiliki pelabuhan laut yang memadai.
Atas kondisi tersebut, pihak terkait mengusulkan kepada Gubernur Maluku Utara agar pembangunan jalan di Makian Barat menjadi prioritas. Usulan ini bertujuan untuk membuka keterisolasian wilayah serta menjamin akses transportasi yang lebih aman dan berkelanjutan bagi masyarakat.
Menindaklanjuti usulan tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara melalui anggaran SDA telah mengalokasikan dana sekitar Rp10 miliar lebih untuk pembangunan jalan lapen sepanjang 5 kilometer di Makian Barat pada tahun 2026.
Selain itu Muksin, menegaskan akan terus mendorong pemerintah provinsi agar mengalokasikan anggaran lanjutan pada tahun-tahun berikutnya. Hal ini dimaksudkan agar sisa ruas jalan sepanjang lebih dari 20 kilometer di Pulau Makian dapat diselesaikan secara bertahap dalam kurun waktu lima tahun masa kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Maluku Utara.
Pembangunan infrastruktur jalan tersebut diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Pulau Makian, khususnya di wilayah Makian Barat. (Red/tim)
