![]() |
| foto istimewa |
TERNATE — Anggota DPRD Kota Ternate, Nurjaya Hi. Ibrahim, menggelar kegiatan reses masa sidang ke I tahun 2026 di Kelurahan Ubo-Ubo, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Senin (11/01/2026). Dalam kegiatan tersebut, ia menyerap sejumlah aspirasi warga yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan, pertanian, hingga fasilitas umum.
Dalam kunjungannya, Nurjaya mengaku terkejut melihat kondisi sejumlah fasilitas Posyandu yang sudah tidak layak pakai, seperti timbangan berat badan dan alat ukur tinggi badan anak yang rusak serta tidak akurat. Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi mengganggu program pencegahan stunting.
“Kalau pengukurannya tidak akurat, anak yang seharusnya masuk kategori stunting bisa tidak terdata. Akibatnya, petugas Posyandu sering mendapat teguran dari Dinas Kesehatan,” ujar Nurjaya.
Selain persoalan Posyandu, warga juga menyampaikan berbagai keluhan lain, di antaranya terkait kelompok tani hidroponik yang membutuhkan lahan dan perlengkapan, keterbatasan lokasi serta fasilitas olahraga, bantuan sosial yang dinilai belum tepat sasaran, kebutuhan kursi plastik untuk kegiatan masyarakat, permintaan mobil ambulans kelurahan, hingga penutup saluran gorong-gorong demi keselamatan dan kebersihan lingkungan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Nurjaya yang merupakan politisi Partai Gerindra menyatakan kesiapannya untuk membantu merealisasikan beberapa kebutuhan warga dengan menggunakan dana pribadi.
“Untuk Posyandu, saya akan bantu timbangan dan alat ukur tinggi badan. Kursi plastik untuk kegiatan masyarakat juga akan saya sediakan,” katanya.
Ia juga memastikan dukungan terhadap kelompok tani hidroponik, termasuk penyediaan perlengkapan dan lahan yang dapat dimanfaatkan. Nurjaya berharap hasil pertanian hidroponik ke depan dapat dipasarkan ke dapur program MBG (Makan Bergizi Gratis).
Sementara itu, terkait bantuan sosial, Nurjaya menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial agar penyalurannya lebih tepat sasaran. Untuk fasilitas olahraga, ia berjanji akan berkomunikasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga.
Adapun permintaan penutup saluran gorong-gorong, Nurjaya mengaku belum dapat memastikan realisasinya. Namun, ia berkomitmen untuk mengkaji dan menindaklanjuti usulan tersebut sesuai dengan kewenangan instansi terkait.
Reses ini diharapkan menjadi jembatan antara kebutuhan warga dan kebijakan pemerintah daerah, agar pembangunan di tingkat kelurahan dapat berjalan lebih tepat sasaran.(red/U01)
