![]() |
| foto saat air menggenangi masjid di desa tafraka |
Ternate — Kadera Institute (Kajian Advokasi Demokrasi dan Pembangunan Daerah) mengecam keras Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara terkait insiden banjir luapan embung yang menerjang Musala Raudatul Jannah di Kelurahan Tafraka, Kecamatan Pulau Hiri, Kota Ternate, Rabu (18/2/2026) malam.
Wakil Direktur Kadera Institute, Arjun Onga, menilai peristiwa tersebut tidak bisa dianggap sebagai kejadian alam semata, melainkan harus ditelusuri secara menyeluruh, termasuk aspek perencanaan, konstruksi, hingga pengawasan proyek.
“Kami mengecam keras BWS Maluku Utara atas insiden ini. Proyek yang dibiayai dengan anggaran miliaran rupiah seharusnya menghadirkan manfaat dan rasa aman bagi masyarakat, bukan justru menjadi sumber bencana,” tegas Arjun dalam keterangannya, Kamis (19/2/2026).
Arjun menyatakan, jika benar sebelumnya wilayah Tafraka tidak pernah mengalami banjir sebelum embung dibangun, maka patut diduga terdapat persoalan serius dalam studi kelayakan, analisis dampak lingkungan, maupun teknis konstruksi.
Selain itu, Kadera Institute juga menyoroti dugaan kejanggalan dalam penyediaan material selama proses pembangunan embung. Menurut Arjun, dugaan tersebut harus diusut secara transparan untuk memastikan tidak terjadi penyimpangan anggaran.
“Kami mendesak Polda Maluku Utara untuk segera menelusuri dugaan dalam kasus ini, baik dari sisi teknis proyek maupun aspek penggunaan anggaran. Aparat penegak hukum harus turun tangan agar ada kepastian hukum dan keadilan bagi masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengusutan menyeluruh penting dilakukan untuk mencegah kejadian serupa terulang dan untuk memulihkan kepercayaan publik terhadap proyek pembangunan infrastruktur di daerah.
Kadera Institute juga meminta pemerintah daerah dan instansi terkait segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fungsi dan keamanan embung tersebut, guna memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi.
