Konferda III GMNI Maluku Utara Tegaskan Sikap sebagai Antitesa Kebijakan Pemerintah Daerah

Editor: Admin
Ketua Umum DPP GMNI, Risyad Fahlefi, dalam sambutannya menyatakan bahwa GMNI harus tampil progresif dan responsif terhadap dinamika daerah.

Ternate – Konferensi Daerah (Konferda) ke-III DPD Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Maluku Utara menegaskan komitmen organisasi sebagai kekuatan moral dan intelektual dalam mengawal kebijakan pemerintah daerah. Kegiatan yang digelar di Gedung Mina, Asrama Haji, Kota Ternate, Sabtu (28/2/2026) ini mengusung tema: “GMNI sebagai Antitesa dalam Mengawal Kebijakan Pemerintah Daerah demi Terwujudnya Trisakti Bung Karno.”

Ketua Umum DPP GMNI, Risyad Fahlefi, dalam sambutannya menyatakan bahwa GMNI harus tampil progresif dan responsif terhadap dinamika daerah.

“GMNI tidak boleh kehilangan daya kritisnya. Kita harus hadir sebagai kekuatan intelektual yang mampu memberikan gagasan alternatif dan mengawal kebijakan pemerintah daerah demi kepentingan rakyat,” ujarnya.

Tema Konferda kali ini menegaskan posisi GMNI sebagai antitesa, yakni kekuatan penyeimbang terhadap kebijakan publik yang dinilai belum sepenuhnya berpihak pada rakyat. Semangat Trisakti—berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan—menjadi landasan ideologis perjuangan tersebut.

Kegiatan ini turut dihadiri perwakilan Gubernur Maluku Utara Serly Tjoanda Laos, Kapolda Maluku Utara, Dandim Babullah, serta jajaran DPD PA GMNI Maluku Utara.

Dengan Konferda III ini, GMNI Maluku Utara diharapkan semakin mempertegas perannya sebagai organisasi kaderisasi yang tidak hanya fokus pada konsolidasi internal, tetapi juga aktif mengawal arah kebijakan daerah agar tetap selaras dengan kepentingan masyarakat.

Share:
Komentar

Berita Terkini