Warga Tabona Di Bacok Tetangga

Editor: Admin
Korban di rumah sakit 

Ternate – Peristiwa dugaan penganiayaan menggunakan senjata tajam terjadi di Kelurahan Tabona, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, Minggu (22/3/2026) sekitar pukul 22.30 WIT. Insiden tersebut mengakibatkan dua warga mengalami luka dan harus mendapatkan penanganan medis.

Korban utama dalam kejadian itu adalah Aris Usman yang mengalami luka serius akibat sabetan senjata tajam dan kini menjalani perawatan di IGD RSUD dr. Hasan Boesorie Ternate. Sementara satu korban lainnya, Alwi Ibrahim, mengalami luka di tangan saat berupaya melerai pertikaian tersebut.

Kasus ini telah dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ternate oleh Wahni Agil, istri korban, pada Senin (23/3/2026) dini hari. Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STPL/155/III/2026/Res Ternate.

Wahni Agil menuturkan bahwa kejadian bermula ketika anak perempuannya berinisial F pulang ke rumah melalui pintu dapur pada malam hari. Ia kemudian memanggil suaminya untuk menemui anak tersebut di ruang tengah dengan maksud memberikan nasihat.

“Sekitar pukul setengah sebelas malam, anak saya pulang lewat pintu dapur. Saya kemudian memanggil suami saya untuk menemuinya di ruang tengah dengan maksud menasihati,” ujar Wahni saat ditemui di SPKT Polres Ternate.

Situasi mulai memanas ketika dua anak lainnya berinisial N dan N masuk ke dalam rumah. Wahni mengaku sempat menegur keduanya secara baik-baik tanpa maksud mengusir, namun teguran tersebut diduga disalahartikan oleh pihak lain.

“Saya hanya menegur secara baik-baik, bukan mengusir. Tapi sepertinya mereka menyampaikan hal yang berbeda kepada orang tua mereka sehingga terjadi kesalahpahaman,” katanya.

Tak lama kemudian, ibu dari kedua anak tersebut datang ke rumah korban dan terlibat adu mulut dengan Wahni di depan rumah. Dalam situasi yang semakin tegang, Wahni sempat mempertanyakan kesalahannya sebelum akhirnya menutup pintu rumah.

“Ibu dari mereka datang dan kami sempat adu mulut di depan rumah. Saya bahkan sempat bertanya apa kesalahan saya sebelum akhirnya saya menutup pintu,” ungkapnya.

Keributan tersebut kemudian terdengar oleh Aris Usman yang berada di dalam rumah. Ia keluar dengan maksud menenangkan situasi sekaligus memanggil anaknya untuk kembali masuk ke rumah.

Namun upaya tersebut justru memicu perdebatan lanjutan dengan pihak keluarga terduga pelaku hingga berujung bentrokan di luar rumah. Wahni mengaku tidak menyaksikan langsung momen penyerangan. Saat ia keluar dari rumah, suaminya sudah dalam kondisi tergeletak.

“Saat saya keluar, suami saya sudah dalam kondisi tergeletak dengan luka akibat senjata tajam,” ujarnya.

Ia menyebut pelaku berinisial U yang merupakan tetangga korban. Selain persoalan keluarga, Wahni juga mengungkap adanya sindiran melalui media sosial yang diduga turut memperkeruh situasi.

Sementara itu, Alwi Ibrahim yang menjadi korban kedua menjelaskan bahwa sebelum kejadian ia bersama Aris Usman sedang duduk santai di depan rumah setelah menyelesaikan aktivitas terapi yang biasa dilakukan korban.

“Sebelum kejadian, saya bersama Aris hanya duduk santai di depan rumah dan tidak tahu kalau anak korban sudah masuk lewat dapur,” kata Alwi.

Menurutnya, situasi berubah cepat setelah terjadi adu mulut antara kedua pihak. Ia mengaku tidak menyadari bahwa pelaku membawa senjata tajam karena kondisi lokasi yang gelap.

“Saya tidak sadar pelaku menggunakan senjata tajam karena kondisi gelap. Saya baru tahu setelah melihat korban sudah tergeletak bersimbah darah,” jelasnya.

Saat mencoba melerai pertikaian, Alwi justru terkena sabetan senjata tajam di bagian tangan.

“Saya hanya berusaha memisahkan mereka, tapi tangan saya terkena parang. Jari saya harus mendapatkan delapan jahitan di satu bagian dan lima jahitan di jari lainnya,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa lokasi penyerangan berada sekitar 30 meter dari titik awal adu mulut, tepatnya di area jalan menurun yang minim penerangan.

Kuasa hukum korban, Chalid Fadel, mengatakan pihaknya telah mendampingi keluarga korban untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polres Ternate atas dugaan penganiayaan dan percobaan pembunuhan.

“Kami telah mendampingi keluarga korban untuk melaporkan kasus ini ke Polres Ternate. Kedua korban juga sudah menjalani visum sebagai bagian dari proses hukum,” kata Chalid.

Menurutnya, pelaku saat ini telah diamankan oleh pihak kepolisian dan proses penyelidikan masih berlangsung.

“Korban masih menjalani perawatan intensif di IGD dengan luka di beberapa bagian tubuh, termasuk telinga, pundak, dan leher,” ujarnya.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam penanganan aparat kepolisian Polres Ternate. Proses hukum akan dilanjutkan setelah seluruh hasil pemeriksaan, termasuk visum dan keterangan para saksi, dinyatakan lengkap. (Red/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini