![]() |
| Rumah Inovasi dan Teknologi Desa (RITD) Desa Kulo Jaya kembali menunjukkan hasil nyata dalam mendorong ekonomi masyarakat. |
Halmahera Tengah — Rumah Inovasi dan Teknologi Desa (RITD) Desa Kulo Jaya kembali menunjukkan hasil nyata dalam mendorong ekonomi masyarakat. Melalui budidaya ikan air tawar yang dikelola Kelompok POKDAKAN Parahiangan bersama BUMDes Trans Sejahtera, panen perdana berhasil mencapai sekitar 500 kilogram dengan total pendapatan Rp22.000.000.
Program ini merupakan bagian dari Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) yang fokus pada penguatan ekonomi berbasis potensi desa. Pada panen perdana tersebut, hasil budidaya langsung diserap pasar industri dan masyarakat lokal.
Pembeli utama dari sektor industri, PT IWIP, membeli ikan nila sebanyak 200 kg dengan harga Rp50.000/kg dan ikan patin 200 kg dengan harga Rp35.000/kg. Selain itu, kelompok juga berhasil menjual 500 ekor ikan koi dengan harga Rp10.000 per ekor. Sementara itu, masyarakat sekitar turut membeli secara eceran, masing-masing 50 kg ikan nila dan 50 kg ikan patin, menandakan tingginya minat pasar lokal terhadap hasil budidaya tersebut.
Ketua Kelompok POKDAKAN Parahiangan, Harun, mengatakan keberhasilan panen perdana ini merupakan hasil kerja sama yang solid antara kelompok, BUMDes, serta dukungan program RITD melalui TEKAD. Ia berharap kegiatan ini dapat terus berkembang dan menjadi sumber pendapatan berkelanjutan bagi masyarakat desa.
![]() |
| Program budidaya ini didukung oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT |
Program budidaya ini didukung oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT). Saat ini terdapat lima kolam aktif dengan ukuran 15 x 20 meter dan 20 x 20 meter yang dimanfaatkan untuk budidaya berbagai jenis ikan air tawar.
Fasilitator Monitoring dan Evaluasi, Iksan Basri, menekankan pentingnya inovasi dalam pengelolaan RITD. Menurutnya, hasil panen tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi juga perlu dikembangkan menjadi produk bernilai tambah seperti keripik ikan, amplang, dan olahan lainnya, sehingga mampu meningkatkan pendapatan kelompok secara berkelanjutan.
Kelompok POKDAKAN Parahiangan juga menyampaikan apresiasi kepada Fasilitator Kecamatan Weda Tengah, Rohan Arahaman, atas pendampingan yang diberikan hingga kegiatan berjalan sukses.
Dengan keberhasilan panen perdana ini, RITD Desa Kulo Jaya diharapkan menjadi contoh pengembangan ekonomi desa berbasis inovasi dan potensi lokal, sekaligus memperkuat kemandirian masyarakat di Kabupaten Halmahera Tengah. (Red/tim)

