Waspada! Penipuan Berkedok Haji Marak, Kementerian Haji Ternate Beri Imbauan Tegas

Editor: Admin

 

Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Ternate, Syarif Hi. Ibrahim

Ternate — Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Ternate kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya praktik penipuan yang mengatasnamakan program ibadah haji. Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya modus penipuan yang menyasar calon jemaah dengan berbagai cara yang semakin meyakinkan.

Penipuan berkedok haji tersebut umumnya dilakukan oleh oknum tidak bertanggung jawab dengan menawarkan berbagai kemudahan, seperti tambahan kuota haji, percepatan keberangkatan tanpa antrean, hingga pengurusan administrasi secara instan. Tawaran tersebut biasanya disampaikan melalui sambungan telepon maupun pesan singkat, termasuk melalui aplikasi WhatsApp, menggunakan nomor yang tidak dikenal.

Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Ternate, Syarif Hi. Ibrahim, Lc., menegaskan bahwa masyarakat harus lebih berhati-hati terhadap segala bentuk komunikasi yang mencurigakan, terutama dari nomor baru yang tidak memiliki identitas jelas.

“Apabila ada nomor baru yang menghubungi atau mengirim pesan melalui WhatsApp dengan menawarkan tambahan kuota haji serta meminta berkas pendaftaran, maka hal tersebut tidak dapat dipercaya,” tegas Syarif.

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan penambahan kuota haji yang ditawarkan secara personal kepada masyarakat, apalagi melalui jalur komunikasi tidak resmi. Seluruh proses pendaftaran dan pemberangkatan haji dilakukan secara transparan melalui sistem resmi yang telah ditetapkan pemerintah.

Lebih lanjut, masyarakat diimbau untuk tidak memberikan data pribadi, dokumen penting, maupun sejumlah uang kepada pihak yang tidak jelas asal-usulnya. Menurutnya, pelaku penipuan kerap memanfaatkan kurangnya informasi dan keinginan masyarakat untuk segera berangkat haji sebagai celah untuk melancarkan aksinya.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak mudah tergiur dengan janji-janji keberangkatan cepat. Pastikan setiap informasi yang diterima diverifikasi terlebih dahulu melalui kantor resmi Kementerian Haji dan Umrah atau instansi terkait,” ujarnya.

Selain itu, masyarakat juga diminta berperan aktif dalam mencegah penipuan dengan segera melaporkan jika menemukan indikasi mencurigakan. Laporan dapat disampaikan kepada pihak berwajib maupun langsung ke Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Ternate agar dapat segera ditindaklanjuti.

Kementerian juga terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait prosedur resmi penyelenggaraan ibadah haji. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat sekaligus meminimalisir potensi kerugian akibat penipuan.

Dengan meningkatnya kewaspadaan dan kesadaran masyarakat, praktik penipuan berkedok haji diharapkan dapat ditekan. Pemerintah pun menegaskan komitmennya untuk terus menjaga keamanan, transparansi, serta kenyamanan masyarakat dalam menjalankan ibadah haji sesuai dengan ketentuan yang berlaku. (Red/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini