![]() |
| Foto istimewa |
Ternate — Kegiatan pemutaran dan nonton bareng (nobar) film dokumenter Pesta Babi yang diselenggarakan komunitas Karfala di Universitas Khairun (Unkhair), Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, Selasa (12/5/2026), dibubarkan oleh seorang anggota Babinsa bersama petugas keamanan kampus.
Pembubaran terjadi saat acara sedang berlangsung di Gedung Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Unkhair. Dua petugas keamanan kampus bersama satu anggota Babinsa mendatangi lokasi dan meminta seluruh rangkaian kegiatan segera dihentikan.
Tindakan tersebut memicu perdebatan terbuka antara peserta nobar dan pihak keamanan. Sejumlah mahasiswa mempertanyakan alasan kehadiran aparat TNI dalam kegiatan kampus yang mereka nilai sebagai bagian dari ruang belajar, diskusi, dan edukasi publik.
Dalam video berdurasi 33 detik yang beredar, seorang peserta secara langsung mempertanyakan keterlibatan Babinsa di area kampus.
“Pak, apakah kampus kekurangan keamanan sehingga Babinsa tersebut dihadirkan di sini?” tanya Ketua Karfala Asriati Laabu
Pertanyaan tersebut tidak memperoleh penjelasan rinci dari pihak keamanan kampus. Situasi kemudian direspons singkat oleh anggota Babinsa yang memperkenalkan dirinya sebagai aparat teritorial setempat.
“Saya Babinsa di sini,” ujarnya.
Meski peserta menegaskan bahwa pemutaran film Pesta Babi merupakan bagian dari diskusi kritis terkait isu lingkungan, ruang hidup, dan fungsi akademik kampus sebagai pusat pertukaran gagasan, kegiatan tetap dibubarkan.
Peristiwa ini memicu sorotan publik terhadap kondisi kebebasan berekspresi di lingkungan kampus, independensi ruang akademik, serta batas keterlibatan aparat negara dalam aktivitas intelektual mahasiswa.
Kampus semestinya menjadi ruang aman bagi pertukaran ide, diskusi kritis, dan proses pendidikan yang bebas dari tekanan maupun intimidasi, agar fungsi akademik sebagai penjaga demokrasi tetap terpelihara. (Red/tim)
