Panen ke-8 Demplot Sumber Sari Capai 1,1 Ton Terong, Program TEKAD Halteng Bantu Tingkatkan Pendapatan Petani

Editor: Admin
Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Kabupaten Halmahera Tengah kembali menunjukkan hasil positif melalui panen sayur terong di Demplot Sumber Sari, Kecamatan Weda Selatan. Pada panen ke-8 ini, Kelompok Penerima Manfaat (KPB) Demplot Sumber Sari berhasil memanen sebanyak 1,1 ton atau 1.100 kilogram terong.

Halteng-Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) di Kabupaten Halmahera Tengah kembali menunjukkan hasil positif melalui panen sayur terong di Demplot Sumber Sari, Kecamatan Weda Selatan. Pada panen ke-8 ini, Kelompok Penerima Manfaat (KPB) Demplot Sumber Sari berhasil memanen sebanyak 1,1 ton atau 1.100 kilogram terong.

Ketua Kelompok Penerima Manfaat (KPB) Demplot Sumber Sari, Bapak Arfan, mengatakan bahwa hasil panen kali ini menjadi bukti nyata keberhasilan pendampingan dan kerja keras para petani dalam mengelola lahan demplot program,   Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD).


“Alhamdulillah pada panen yang ke-8 ini kami mendapatkan hasil sebanyak 1,1 ton terong. Ini merupakan hasil kerja bersama seluruh anggota kelompok,” ujar Arfan.


Ia menjelaskan, seluruh hasil panen langsung dibeli oleh para pedagang lapak dari kawasan industri IWIP. Menurutnya, keberadaan pembeli tetap sangat membantu petani karena hasil panen dapat langsung terserap pasar tanpa harus mengalami kesulitan pemasaran.


“Hasil panen diambil langsung oleh pedagang lapak IWIP dengan harga Rp6.000 per kilogram. Memang pada panen kali ini harga sedikit turun dibanding sebelumnya yang mencapai Rp7.000 per kilogram, tetapi kami tetap sangat bersyukur karena mereka adalah pembeli tetap kami dan datang langsung mengambil hasil panen di lahan,” jelasnya.


Foto Istimewah


Arfan menambahkan, kepastian pasar menjadi salah satu faktor penting yang membuat petani semakin semangat mengembangkan budidaya sayuran melalui program demplot, Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD). Selain memberikan hasil ekonomi, program ini juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam pengelolaan pertanian yang lebih baik.


Dalam pelaksanaan panen ke-8 tersebut, para petani juga mendapat pendampingan langsung dari fasilitator Kecamatan Weda Selatan, yakni Ibu Rukmana dan Ibu Harmiyati. Keduanya turut memberikan edukasi dan motivasi kepada kelompok tani terkait teknik budidaya, perawatan tanaman, hingga pengelolaan hasil panen.


Ibu Rukmana menyampaikan bahwa pendampingan kepada kelompok tani terus dilakukan agar hasil produksi pertanian masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.


“Kami terus memberikan edukasi kepada petani agar tetap semangat, menjaga kualitas tanaman, dan mampu meningkatkan hasil produksi pada panen berikutnya,” katanya.


Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Harmiyati. Menurutnya, keberhasilan panen ini menunjukkan bahwa masyarakat mulai mampu memanfaatkan program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) sebagai peluang untuk meningkatkan ekonomi keluarga.


“Kami berharap para petani terus konsisten dalam mengelola lahan pertanian. Program ini bukan hanya soal bantuan, tetapi bagaimana masyarakat bisa mandiri dan memiliki penghasilan yang berkelanjutan,” ujarnya.


Sementara itu, Ketua Kelompok Arfan turut menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan demplot tersebut, khususnya Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD), fasilitator lapangan, dan para anggota kelompok tani yang tetap kompak selama proses budidaya berlangsung.


Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) sendiri merupakan program pemberdayaan masyarakat desa yang bertujuan meningkatkan ekonomi masyarakat melalui pengembangan usaha produktif, termasuk sektor pertanian dan hortikultura. Dengan adanya demplot sayur terong di Desa Sumber Sari, masyarakat kini mulai merasakan manfaat nyata berupa peningkatan hasil produksi dan pendapatan petani lokal. (red/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini