![]() |
| Foto istimewa |
Ternate - Panen melon kembali digelar di Rumah Inovasi dan Teknologi Desa (RITD) Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah. Kegiatan ini merupakan panen ke-5 yang dilakukan oleh Kelompok Penerima Manfaat (KPB) dalam program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD).
Pada kegiatan panen kali ini, Ketua Tim Pelaksana (TPK) Kabupaten Halmahera Tengah, Mustamin Djamal, turut hadir langsung di lokasi. Ia datang bersama Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Amir Hasim, untuk melihat secara langsung perkembangan pertanian yang dikelola oleh masyarakat desa.
Mustamin Djamal yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Halmahera Tengah menyampaikan apresiasinya kepada para petani. Menurutnya, para petani di Wairoro Indah menunjukkan semangat yang luar biasa dalam mengelola bantuan dari program pemerintah.
![]() |
| Foto |
Ia menjelaskan bahwa dalam dua bulan terakhir, panen dilakukan secara berkelanjutan. Hal ini menunjukkan bahwa petani sudah mulai memahami pola tanam yang baik, termasuk mengatur waktu tanam agar masa panen bisa berlangsung bertahap. Dengan cara ini, hasil panen tidak berhenti di satu waktu saja, tetapi terus berlanjut.
Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan kepada para petani, baik dalam bentuk bantuan materi maupun pendampingan. Ia menegaskan bahwa selama petani memiliki kemauan dan semangat untuk terus menanam, pemerintah akan selalu hadir untuk mendukung.
Sementara itu, Amir Hasim menambahkan bahwa petani perlu memiliki inovasi dan semangat untuk berkembang. Ia menilai bahwa profesi petani memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, terutama di tengah perkembangan ekonomi saat ini.
Menurutnya, jika petani bekerja dengan tekun dan serius, maka hasil pertanian dapat menjadi sumber utama pendapatan. Hasil tersebut tidak hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga bisa membantu memenuhi kebutuhan lainnya, bahkan meningkatkan taraf hidup masyarakat. Amir juga menambahkan program Tekad yang ada di kecamatan Weda selatan memegang peran dalam mengubah wajah pertanian dari tranformasi dari tradisional ke Agrebisnis, harapan utamanya adalah ke depan agar petani tidak lagi hanya menanam dan menjual, tetapi mampu mengelola kebun mereka sebagai bisnis yang terukur, dengan memilik manajamen petani dan analsis usaha tani yang baik.
Di sisi lain, Ketua BUMDes Wairoro Makmur, Suyoto, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran pemerintah daerah dalam kegiatan panen tersebut. Ia merasa bangga karena para pejabat dapat melihat langsung hasil kerja petani di lapangan, yang di dampingi langsung Fasilitator kabupaten Bidang Pengembangan Ekonomi, bapak Adam Basirun, berserta Ibu Rukmana, dan Ibu Harmiyaati kedua-duanya sebagai fasilitator Kecamatan Weda Selatan.
Ia juga menyebutkan bahwa kehadiran pemerintah memberikan semangat tambahan bagi para petani untuk terus bekerja dan meningkatkan hasil produksi mereka.
Dalam panen ke-5 ini, kelompok petani berhasil menghasilkan melon sebanyak 3,8 ton. Seluruh hasil panen tersebut langsung didistribusikan ke Kota Ternate sesuai dengan permintaan pasar.
Keberhasilan panen ini menjadi bukti bahwa program TEKAD mampu mendorong peningkatan ekonomi masyarakat desa, khususnya melalui sektor pertanian yang dikelola secara baik dan berkelanjutan. (Red/tim)

