RKB Terbengkalai Bertahun-Tahun, Komisi III DPRD Ternate Desak Pemkot Benahi Infrastruktur SMP Negeri 3

Editor: Admin
Foto istimewa 

Ternate, Buruknya kondisi infrastruktur pendidikan di SMP Negeri 3 Kota Ternate kembali menjadi sorotan serius. 

Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate, Nurjaya Hi Ibrahim, Saat Menggelar Rese pada (Jum'at 08/05/2026) menemukan langsung sejumlah persoalan mendasar di lingkungan sekolah, mulai dari kebutuhan pagar pengaman hingga ruang kelas belajar (RKB) yang terbengkalai akibat genangan air berkepanjangan.

Kunjungan tersebut mengungkap kondisi memprihatinkan pada salah satu bangunan ruang kelas belajar yang sudah tidak lagi difungsikan meski dibangun sekitar tujuh tahun lalu. 

Ruang tersebut sebelumnya digunakan untuk aktivitas belajar mengajar, namun kini terbengkalai karena terus digenangi air, baik saat musim hujan maupun kemarau.

Genangan yang terjadi secara terus-menerus diduga kuat akibat buruknya sistem drainase serta posisi bangunan yang lebih rendah dari area sekitar sekolah. Akibatnya, fasilitas di dalam ruang kelas mengalami kerusakan, sementara bangunan yang seharusnya menjadi penunjang pendidikan justru berubah menjadi aset terbengkalai.

Kondisi ini dinilai sangat ironis, terlebih di tengah meningkatnya kebutuhan ruang belajar bagi siswa setiap tahun. Keterbatasan ruang kelas secara langsung berdampak pada efektivitas proses belajar mengajar dan berpotensi menghambat kualitas pendidikan.

Kedatangan Nurjaya disambut Kepala SMP Negeri 3 Kota Ternate, Wahda S. Umsoohy, bersama jajaran sekolah, Dalam pertemuan tersebut, pihak sekolah menyampaikan sejumlah kebutuhan prioritas yang mendesak untuk segera ditangani pemerintah daerah, terutama pembangunan pagar sekolah guna menunjang keamanan lingkungan pendidikan serta rehabilitasi bangunan RKB yang terbengkalai.

Nurjaya menegaskan, persoalan infrastruktur pendidikan tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut langsung masa depan generasi muda.
“Pendidikan adalah sektor fundamental yang harus didukung dengan fasilitas yang layak. 

Temuan ini akan kami bawa dan perjuangkan dalam pembahasan bersama pemerintah daerah agar ada langkah konkret secepatnya,” tegas Nurjaya.
Ia menilai, keberadaan bangunan sekolah yang rusak dan tidak dapat digunakan merupakan bentuk kerugian besar, baik dari sisi anggaran pembangunan maupun pemanfaatan fasilitas publik.

Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Kota Ternate, Wahda S. Umsoohy, berharap kunjungan reses tersebut tidak berhenti sebatas peninjauan, tetapi benar-benar menghasilkan solusi nyata.

“Kami sangat berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah. Ruang kelas ini sangat dibutuhkan untuk menunjang proses belajar siswa, sementara kebutuhan ruang terus meningkat. Begitu juga pagar sekolah yang menjadi kebutuhan penting demi keamanan lingkungan sekolah,” ujarnya.

Melalui reses tersebut, SMP Negeri 3 Kota Ternate berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah strategis untuk membenahi persoalan infrastruktur yang telah lama dikeluhkan, sehingga tercipta lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi seluruh peserta didik. (Red/tim)
Share:
Komentar

Berita Terkini