Mantan Itu Bernama Odradek

Editor: Admin

Refleksi Cerpen Pendek abdsurd dari Franz Kafka

ilustrasi odradek

Ada tulisan menarik dari Franz Kafka dalam buku Kesialan Orang Lajang. Di buku tersebut, Kafka menceritakan “Odradek” dengan judul tulisannya “Perhatian Seorang Pria Berkeluarga”, halaman 99. Odradek secara bahasa masih diperdebatkan, entah dari Slavonik atau dari Jermanik, atau saling memengaruhi. Karena tidak bisa ditafsirkan, maka orang-orang menggambarkannya seperti gulungan benang sulam berbentuk bintang, memiliki banyak lubang sulam, sangat lama, serta saling diikat dan dililitkan dalam berbagai bentuk dan warna. Dan ada sebatang tonggak di tengah bintang itu, serta batang kecil lainnya disambungkan ke palang itu pada sudut yang tepat.

Tulisan lengkap seperti ini.

Ada yang berkata bahwa kata "Odradek" berasal dari bahasa Slavonik dan mencoba membahasnya dengan landasan itu. Yang lain percaya bahwa kata itu punya asal-usul dalam bahasa Jermanik, tetapi dipengaruhi oleh bahasa Slavonik. Ketidakpastian kedua penafsiran ini memungkinkan orang untuk mengasumsikan, dengan cukup adil, bahwa keduanya tidak akurat, terutama karena tak satu pun yang memberikan makna yang cerdas untuk kata itu. Tentu saja tidak ada orang yang akan menyibukkan diri dengan studi semacam itu jika tidak ada makhluk yang disebut Odradek itu.

Saya kira wujudnya seperti gulungan benang sulam berbentuk bintang. Dan memang terlihat pada banyak lubang sulam di situ. Yang jelas, lubang-lubang itu hanya serpihan sulaman yang sangat lama, yang saling diikat dan dililitkan dengan berbagai bentuk dan warna. Tetapi ia bukan hanya sebongkah gulungan, karena sebatang tonggak kecil mencuat dari tengah bintang itu. Dan batang kecil lainnya disambungkan ke palang itu pada sudut yang tepat. Dengan batang kecil itu di suatu sisi dan salah satu ujung bintang di sisi lain, ia bisa berdiri tegak seperti di atas dua kaki.

Orang tergoda untuk percaya bahwa makhluk itu pernah memiliki bentuk yang dapat dimengerti, dan yang sekarang ini hanya sisa-sisa yang sudah rusak. Tetapi sepertinya tidak demikian. Setidaknya tidak ada tanda yang merujuk ke situ. Tidak ada permukaan yang belum jadi atau belum rusak yang menyarankan hal semacam itu.

Sekujur badannya tampak tak masuk akal, tetapi sempurna dengan caranya sendiri. Bagaimanapun, mustahil dilakukan penyelidikan lebih dekat, karena Odradek itu luar biasa lincah dan sukar dipegang. Secara beruntun, ia bergentayangan di loteng, di bawah atap, tangga, lobi, dan aula depan. Sering kali selama berbulan-bulan ia tak kelihatan, jadi kemungkinan besar ia telah pindah ke rumah lain. Tetapi selalu setia kembali ke rumah kami.

Sering kali kami keluar dari pintu dan kebetulan ia bersandar santai pada pegangan pagar di bawah kami. Kami merasa ingin sekali berbicara kepadanya. Tentu, kau tak mengajukan pertanyaan yang sulit. Tapi kau berbicara lembut kepadanya. Seperti kepada anak-anak. Ia begitu kecil hingga kau tak bisa menahan diri untuk berbicara lembut kepadanya. "Odradek," jawabannya. "Di mana kau tinggal?" "Tidak ada tempat tinggal tetap," katanya, lalu tertawa. Tapi suara itu seperti keluar dari paru-paru, namun lebih mirip gemerisik daun-daun jatuh. Dan biasanya itulah akhir percakapan. Bahkan jawaban-jawaban itu tidak selalu muncul. Sering kali ia membisu lama sekali, sekeras kayu sebagaimana sosoknya. Tanpa bermaksud apa-apa, aku bertanya kepada diriku sendiri: Apa yang telah terjadi kepadanya? Apakah ia bisa mati? Apa pun yang mati tentu punya suatu tujuan dalam hidup. Dan suatu kegiatan yang telah pudar.

Tapi ini tidak berlaku untuk Odradek. Jadi, apakah harus menganggap bahwa ia akan selalu menggelinding mirip menuruni tangga, dengan ujung-ujung sulamannya membuntutinya, di depan kaki anak-anakku dan cucu-cucuku? Orang tahu ia tak membahayakan siapa pun, tetapi bayangan bahwa ia lebih panjang umur dariku terasa hampir menyakitkan.

Penulis coba menafsirkan Kafka yang penuh absurditas dan tidak berdiri tunggal dalam satu definisi yang baku, maka cerpen ini bisa dibaca dari berbagai sudut. Penulis mencoba membaca dalam manifestasi perasaan manusia: dua orang yang saling mencintai, namun harus saling meninggalkan. Kalau istilah lain, orang lama atau Mantan.

Odradek bisa dilihat sebagai kisah cinta yang tidak benar-benar selesai, atau sisa-sisa rasa yang masih tertinggal dan kadang-kadang muncul, entah dalam bentuk benda, pesan WhatsApp, foto, wangi parfum, atau sudut kota yang sering dikunjungi, yang mungkin saja bisa menjadi bahaya. Bahkan yang paling bengis dari Odradek ialah ia kemudian menjelma menjadi ketakutan, kegelisahan, dan mengganggu sebuah hubungan. Bahkan lebih jauh lagi, Odradek ini akan bertahan lebih lama dari hubungan yang kita bangun itu.

Apakah Odradek kemudian berbahaya? Kafka tidak mau kita tiba pada satu kesimpulan utuh. Ia hanya ingin tulisannya menjadi bagian yang tidak selesai dan terus diperbincangkan dalam relung batin manusia. Dan Odradek bukan manusia. Ia akan tetap ada meskipun kita telah tiada. Kafka memang tidak mau semua dijelaskan dengan tuntas, dan di situ poin penting Kafka, maka kita berusaha untuk menafsirkan.

Odradek melihat mantan bukan lagi sebagai seorang makhluk, bukan sebagai individu. Bagi Odradek, mantan adalah sisa cinta yang kehilangan tempat. Tidak hidup sebagai sebuah hubungan, tetapi juga tidak benar-benar mati sebagai kenangan. Sebab, dalam tangan Odradek yang absurd, ia tidak melakukan apa-apa, tetapi keberadaannya terus mengingatkan bahwa ada sesuatu yang pernah sangat berarti, lalu berubah menjadi sesuatu yang tidak lagi dapat dijelaskan.

Ah... Kafka memang menyebalkan. Bajingan kau, Odradek.

Penulis Tepi

20/07/2026

 

Share:
Komentar

Berita Terkini