Amnesti Belum Turun, Keluarga Korban Kasus Vina Cirebon Masih Trauma

Editor: Admin

 

Kementerian Hukum dan HAM menegaskan tujuh terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon hingga kini belum mendapat amnesti dari Presiden. Sementara itu, di tengah tarik-ulur upaya hukum yang belum juga usai, keluarga korban masih menanggung beban psikologis sejak tragedi 2016 silam.

Cirebon, 10 September 2025 – Kementerian Hukum dan HAM menegaskan tujuh terpidana kasus pembunuhan Vina dan Eki di Cirebon hingga kini belum mendapat amnesti dari Presiden. Sementara itu, di tengah tarik-ulur upaya hukum yang belum juga usai, keluarga korban masih menanggung beban psikologis sejak tragedi 2016 silam.

Keluarga Belum Pulih dari Trauma

Orang tua Vina berulang kali menyatakan kelelahan menghadapi sorotan publik yang tak kunjung padam. “Kami sudah sembilan tahun hidup dalam luka. Setiap kali ada berita soal kasus ini, hati kami kembali hancur,” ungkap seorang anggota keluarga ketika ditemui di rumah duka.

Mereka berharap pemerintah tidak hanya fokus pada upaya hukum bagi para terpidana, tetapi juga memperhatikan pemulihan psikologis keluarga yang ditinggalkan.

Perjalanan Hukum yang Panjang

Sejak tujuh terpidana divonis pada 2016, berbagai jalur hukum telah ditempuh, mulai dari banding, kasasi, hingga Peninjauan Kembali (PK) yang akhirnya ditolak Mahkamah Agung pada Desember 2024. Terakhir, kuasa hukum mengajukan permohonan amnesti pada Maret 2025. Namun hingga kini, pemerintah menyatakan mereka tidak termasuk dalam daftar penerima amnesti maupun abolisi.

Luka yang Belum Sembuh

Keluarga korban menegaskan bahwa yang mereka harapkan hanyalah keadilan dan kepastian hukum, bukan polemik berkepanjangan. “Kalau ada yang benar-benar bersalah, hukum seadil-adilnya. Kalau memang ada yang salah tangkap, buktikan secara hukum. Jangan biarkan kasus ini jadi tarik-menarik politik,” kata pihak keluarga.

Hingga 10 September 2025, status tujuh terpidana masih sama: mendekam di balik jeruji, dengan nasib amnesti yang belum jelas. Sementara itu, keluarga Vina dan Eki terus berjuang menata hidup, sembari menanti negara menuntaskan perkara yang telah menguras energi dan emosi mereka selama hampir satu dekade.

Share:
Komentar

Berita Terkini