![]() |
| Sejumlah anak di bawah umur terpantau tetap berjualan di perempatan lampu merah Bastiong, Kota Ternate Selatan, meski diguyur hujan pada Senin (8/9/2025) malam. |
Ternate – Sejumlah anak di bawah umur terpantau tetap berjualan di perempatan lampu merah Bastiong, Kota Ternate Selatan, meski diguyur hujan pada Senin (8/9/2025) malam.
Pantauan media menunjukkan sekitar enam anak, terdiri dari empat laki-laki dan dua perempuan, berjejer di sisi jalan sambil membawa keranjang berisi dagangan. Dengan pakaian basah kuyup, mereka tetap menawarkan barang dagangan kepada pengendara yang melintas.
Salah satu anak yang enggan menyebutkan namanya mengaku telah berjualan sejak pukul 17.00 WIT.
“Saya bajual bantu mama,” ujarnya singkat.
Anak tersebut mengaku sudah cukup lama berjualan di lokasi itu demi membantu perekonomian keluarga. Meski harus kehujanan, ia tetap memilih bertahan agar dagangannya bisa habis terjual.
Ia juga menyebutkan dirinya tinggal di kawasan Kalumata dan mengenalkan nama ibunya, Fita. Sementara lima anak lainnya yang ikut berjualan terlihat berusaha menghindar saat ditanyai awak media.
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua PC GP Ansor Kota Ternate, Musadat Ishak, mendesak Pemerintah Kota Ternate segera bergerak cepat.
“Ini adalah persoalan serius terkait perlindungan anak. Pemerintah Kota harus segera mengambil langkah nyata dengan melibatkan Dinas Sosial dan Satpol PP, agar anak-anak ini tidak lagi dibiarkan berjualan di jalanan. Ini bukan hanya soal ketertiban, tetapi juga soal masa depan mereka,” tegasnya.
Ia juga menegaskan bahwa keberadaan anak-anak di jalanan telah bertentangan dengan sejumlah aturan, termasuk Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak serta Peraturan Daerah Kota Ternate tentang Ketertiban Umum.
“Negara, dalam hal ini pemerintah daerah, wajib hadir melindungi anak-anak. Jangan sampai aktivitas seperti ini dianggap hal yang biasa. Padahal jelas-jelas UU Perlindungan Anak menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapatkan pendidikan, bermain, dan lingkungan yang layak untuk tumbuh kembang, bukan dipaksa mencari nafkah di jalan,” lanjutnya.
GP Ansor juga meminta Pemkot bersama aparat terkait menyiapkan solusi alternatif berupa pembinaan, pemberdayaan keluarga, serta program perlindungan sosial agar anak-anak tidak lagi kembali ke jalan.
Sampai berita ini diterbitkan pihak-pihak terkait, seperti Kepala Dinas Sosial Kota Ternate Burhanuddin Abdul Kadir, dan satuan polisi pamong praja kota Ternate masih dalam usaha konfirmasi wartawan kami. (Red/tim)
