Demo Ricuh di Ternate: 16 Ditahan, 4 Mahasiswa Luka Parah, 1 Alami Kencing Berdarah

Editor: Admin

 

Aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPRD Kota Ternate, Senin (1/9/2025), berakhir ricuh setelah aparat kepolisian membubarkan massa dengan tindakan represif. Sedikitnya 16 orang ditahan, terdiri dari 13 mahasiswa dan 3 anak di bawah umur.

Ternate – Aksi demonstrasi mahasiswa di depan Gedung DPRD Kota Ternate, Senin (1/9/2025), berakhir ricuh setelah aparat kepolisian membubarkan massa dengan tindakan represif. Sedikitnya 16 orang ditahan, terdiri dari 13 mahasiswa dan 3 anak di bawah umur.

Pendamping hukum dari Tim Advokasi Anti Kriminalisasi, Moh. Yakub Salamu, mengungkapkan empat mahasiswa mengalami luka parah akibat dugaan kekerasan aparat. Mirisnya, salah satu korban dilaporkan mengalami kencing berdarah hingga tidak bisa duduk.

“Seharusnya pihak Polres bertugas sesuai standar HAM, bukan menunda penanganan medis bagi korban. Ada yang lebam dan satu mahasiswa sampai kencing berdarah. Tapi berjam-jam baru diizinkan untuk dibawa ke rumah sakit,” tegas Yakub dalam konferensi pers di Mapolres Ternate.

Tiga anak di bawah umur yang sempat diamankan sudah dipulangkan, sementara 13 mahasiswa lainnya masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Pihak kepolisian, kata Yakub, berjanji akan membebaskan para mahasiswa pada Selasa (2/9/2025).

Adapun empat mahasiswa yang saat ini mendapatkan perawatan medis di RS Bhayangkara Polres Ternate yakni:

1. Moh. Syabri T.K Machmud (Teknik Unkhair)

2. Ansorudin (LMND Ternate, STIKIP)

3. Adiyasah Ansar (Pertanian Unkhair)

4. Muhammad Horsan Maudjud (IMM)

Yakub menegaskan, pihaknya akan mengawal proses hukum serta mendesak kepolisian untuk bertanggung jawab atas dugaan pelanggaran HAM dalam aksi tersebut. Sampai berita ini diterbitkan pihak-pihak terkait masih dalam usaha konfirmasi wartawan kami. (Red/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini