Dorari Isa di Pulau Hiri Jadi Kampung Rintisan Bahasa Daerah

Editor: Admin

 Langkah Nyata Lestarikan Bahasa Ternate

Foto istimewa 

Ternate, 3 September 2025 — Kelurahan Dorari Isa, Kecamatan Pulau Hiri, resmi ditetapkan sebagai Kampung Rintisan Bahasa Daerah oleh Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Penetapan ini menjadi momentum penting dalam menjaga warisan bahasa daerah agar tetap hidup dan relevan di tengah arus globalisasi.

Kegiatan pencanangan yang dikemas dalam Pra Festival Kampung Bahasa berlangsung meriah di pelataran Kantor Kelurahan Dorari Isa, Rabu (3/09).

Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, Nukman, dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini adalah bentuk komitmen negara dalam melestarikan bahasa daerah, khususnya Bahasa Ternate.

 “Revitalisasi bahasa daerah sudah kami lakukan sejak 2022, bahkan telah masuk dalam kurikulum pendidikan. Namun, tahun ini kami ingin melangkah lebih jauh dengan menghadirkan Kampung Rintisan Bahasa Daerah, dan Dorari Isa menjadi yang pertama di Kota Ternate,” ujarnya.

Ia menambahkan, program ini menjadi benteng terakhir perlindungan bahasa daerah agar tidak tergilas zaman. “Harapannya semua elemen masyarakat dapat melangkah bersama, sehingga di masa depan bahasa daerah tetap menjadi identitas sekaligus kebanggaan generasi,” tambahnya.

Sementara itu, Ramli Ali, Kepala Kelurahan Dorari Isa yang hadir mewakili Camat Pulau Hiri, menyampaikan apresiasi tinggi atas penetapan ini.

“Bahasa daerah adalah identitas jati diri dan warisan budaya yang berharga. Dengan adanya Kampung Rintisan Bahasa Daerah, kami berharap lahir ruang-ruang kreatif untuk belajar dan menggunakan bahasa Ternate dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Ramli menegaskan, pemerintah kelurahan siap mendukung program ini secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat, pemuda, komunitas belajar, hingga lembaga pendidikan setempat.

Penetapan Dorari Isa sebagai Kampung Rintisan Bahasa Daerah tidak hanya menjadi tonggak pelestarian bahasa, tetapi juga peluang untuk mengangkat citra Pulau Hiri sebagai destinasi budaya.

“Bahasa Ternate bukan sekadar warisan, tetapi kebanggaan. Jika kita mencintainya, bahasa ini akan terus hidup di hati dan lidah generasi kita,” tandas Ramli.

Dengan pencanangan ini, Dorari Isa diproyeksikan menjadi role model bagi kelurahan dan desa lain di Maluku Utara untuk bergerak bersama melestarikan bahasa daerah, sekaligus menjadikannya sebagai daya tarik budaya yang bernilai ekonomi dan pariwisata.

Share:
Komentar

Berita Terkini