Geninusa Minta Stop Framing Menag

Editor: Admin

Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar Sosok yang Peduli dan Perjuangkan Nasib Guru

Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A 

Jakarta – Dukungan terhadap Menteri Agama (Menag) Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A terus berdatangan di tengah maraknya isu framing negatif yang menyerangnya. Pimpinan Pusat Gerakan Santripreneur Nusantara (Geninusa), Gamal Marinyo, M.Pd, menegaskan tuduhan bahwa Menag melecehkan profesi guru hanyalah narasi yang sengaja digoreng untuk merusak reputasi.

“Bagi kami, Kiai Menag sedang diframing oleh media abal-abal. Padahal beliau sangat mencintai guru dan peduli dengan kesejahteraan mereka,” ujar Gamal, Kamis (4/9/2025).

Ia menegaskan, justru di bawah kepemimpinan Nasaruddin Umar, berbagai kebijakan pro-guru terus dilahirkan. Di antaranya kenaikan tunjangan profesi bagi 227.147 guru non-PNS, peningkatan jumlah peserta Pendidikan Profesi Guru (PPG) hingga 700% pada 2025, serta pengangkatan 52.000 guru honorer menjadi PPPK.

Foto istimewa 

“Kalau ada potongan pidato beliau yang dipelintir, itu hanya upaya menjatuhkan. Faktanya, Kiai Menag selalu menyebut guru sebagai pilar bangsa dan penentu masa depan generasi Indonesia,” jelas kandidat doktor Universitas KH. Abdul Chalim Mojokerto tersebut.

Sosok Menag sendiri dikenal lahir dan tumbuh dari keluarga pendidik. Terlahir di Ujung, Bone, Sulawesi Selatan pada 23 Juni 1959, Nasaruddin Umar adalah putra dari Andi Umar, seorang guru sekaligus pendiri Pondok Pesantren Al Ikhlas Ujung Bone. Dari ayahnya, ia mewarisi semangat keilmuan, disiplin, serta dedikasi membangun manusia melalui pendidikan.

“Beliau adalah anak seorang guru, bagaimana mungkin menghina guru? Itu tuduhan yang aneh,” tegas Gamal yang juga mantan pengurus PKC PMII Maluku Utara.

Menurutnya, rekam jejak Nasaruddin Umar justru menunjukkan konsistensi dalam mengangkat martabat guru. “Beliau menempatkan guru pada posisi mulia. Maka sudah sepatutnya kita menolak framing negatif yang diarahkan kepadanya,” tambahnya.

Gamal pun mengajak masyarakat untuk lebih jernih melihat realita. “Daripada termakan isu, mari kita dukung langkah-langkah nyata beliau yang berpihak kepada guru. Dari tangan gurulah lahir generasi bangsa, dan Menag sangat paham betul hal itu,” pungkasnya. (Red/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini