Ternate- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Ternate menggelar aksi di dua instansi berbeda, di Kantor Wali Kota Ternate dan Kediaman Gubernur Malut, Senin (08/09/2025
Ketua Umum Kohati HMI Cabang Ternate, Siti Sakinah
menyampaikan, Pemerintah Kota Ternate segerah hadirkan tempat penampungan
sampah (TPS) di beberapa kelurahan, khususnya di Kecamatan Ternate Selatan.
“Terutama di kelurahan yang berdekatan dengan kampus
Universitas Khairun. Karena telah menyebabkan banjir di pemukiman warga serta
para mahasiswa,” sebut Siti
Ia juga mempertanyakan kepada Pemerintah kota terkait dengan
status lahan di kelurahan Ubo-Ubo,
hingga kini belum mengetahui kejelasan.
Menanggapi pertanyaan itu, Wali Kota Ternate, M. Tauhid
Soleman, mengaku pihaknya tengah berupaya mengurangi masalah sampah langsung
dari sumbernya.
“sementara kami sengaja mengurangi tempat sampah di beberapa
kelurahan, karena kami mencoba mengurangi sampah itu dari sumber
awal"ucapnya kepada masa aksi,
Pelayanan sampah di Kecamatan Ternate Selatan belum berjalan
optimal. Ia berjanji akan menambahkan beberapa armada seperti mobil L300 untuk
mengatasi masalah sampah tersebut.
Selain itu, Koordinator
Aksi Yusril S.Todoku, Menyampaikan dalam orasinya mendesak Pemerintah
Gubernur Malut (Sherly Laos) menggunakan hak kekuasaanya untuk bebaskan 11
warga maba sangaji dan 7 warga galela.
Dalam aksi tersebut, masa membentang baliho bertuliskan
"Malut bukan ladang oligarki,Turunkan Gubernur Malut"
Yusril juga, Menyesalkan pernyataan Gubernur Malut (Sherly
Laos) yang menyebut 11 warga maba sangaji telah di tetapkan bersalah, padahal
proses persidangan belum berakhir.
"Kami berharap Pemerintah Provinsi Malut, Melakukan pendekatan persuasif untuk bebaskan 11 warga maba sangaji yang sementara ini masi dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Soasio Kota Tidore Kepulauan" tandasnya. (Red/tim)
