![]() |
| Foto screenshot FB resmi Masdar Mansur Real |
Labuha – Pernyataan kontroversial yang muncul di akun Facebook resmi milik anggota DPRD Halmahera Selatan, @Masdar Mansur Real, kembali memicu kemarahan publik. Dalam unggahannya, Masdar menulis bahwa “yang mau DPR dibubarkan itu orang goblok (K-nya 10).”
Ungkapan bernada merendahkan tersebut langsung menuai kritik keras dari berbagai pihak, termasuk dari organisasi mahasiswa. Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Halmahera Selatan, Dini Andriani Muhammad, menilai pernyataan itu sebagai bukti lemahnya komunikasi politik seorang pejabat publik.
“Apa yang muncul di masyarakat itu adalah ekspresi kejengkelan. Elite politik seharusnya menangkapnya sebagai warning, bukan justru merendahkan masyarakat,” tegas Dini, Selasa (3/9).
Menurutnya, kritik publik terhadap DPR dan DPRD mencerminkan adanya krisis substansi demokrasi di Halsel. DPR memang tidak kekurangan jumlah wakil, karena tetap dipilih rakyat. Namun, secara substansi, rakyat menginginkan para wakilnya lebih peka terhadap isu-isu mendasar seperti pengangguran, kemiskinan, dan mahalnya biaya pendidikan.
Dini juga menyinggung kebijakan kenaikan tunjangan DPR yang dinilai tidak berempati terhadap kondisi ekonomi nasional.
![]() |
| Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Halmahera Selatan, Dini Andriani Muhammad, |
“Wajar bila kami turun ke jalan dengan spanduk ‘bubarkan DPR’. Itu bentuk komunikasi politik masyarakat yang merasa aspirasinya tak pernah tersalurkan, bukan untuk ditanggapi dengan kalimat tolol,” ujarnya.
Gelombang protes ini, lanjut Dini, bukan sekadar mosi tidak percaya terhadap DPRD, tetapi merupakan peringatan keras bahwa ruang aspirasi warga selama ini terabaikan.
“Pemerintah dan DPRD sebagai perwakilan rakyat seharusnya membuka diri terhadap kritik, bukan malah membuat kegaduhan dengan ujaran yang merendahkan,” tambahnya.
Dini menegaskan, bila DPD PDIP tidak mengambil sikap tegas terhadap kadernya yang duduk di DPRD Halsel, PMII memastikan akan menggeruduk kantor DPC PDIP Kabupaten Halmahera Selatan.
Sampai berita ini diterbitkan Masdar dalam usaha konfirmasi wartawan kami. (Red/tim)

