Ternate – Kapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Waris Agono, menanggapi laporan terkait penangkapan sejumlah anak di bawah umur oleh aparat Polres Ternate saat aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Ternate, Senin (1/9/2025).
Berdasarkan informasi yang beredar, sedikitnya empat anak menjadi korban salah tangkap ketika polisi membubarkan massa aksi. Menanggapi hal ini, Brigjen Pol. Waris mengaku belum mengetahui adanya penahanan anak di bawah umur, namun berjanji akan menelusuri kasus tersebut.
“Nanti saya cek, saya belum lihat kenapa anak di bawah umur ikut aksi. Seharusnya ada yang bertanggung jawab mengapa anak-anak bisa terlibat dalam aksi,” ujarnya.
Kapolda menegaskan akan mengevaluasi penanganan aparat di lapangan, khususnya terkait keterlibatan anak-anak dalam demonstrasi. Ia juga menambahkan bahwa pihak kepolisian sebenarnya sudah berupaya memberikan pengamanan secara humanis.
“Aksi ini menurut saya bagus, karena menyuarakan kondisi saat ini. Maka kami dari kepolisian menyiapkan pengamanan dengan baik dan humanis,” kata Brigjen Pol. Waris.
Namun, informasi lain yang dihimpun menyebutkan sebanyak 14 mahasiswa juga ikut ditangkap. Beberapa di antaranya bahkan mengalami luka diduga akibat penganiayaan oleh oknum aparat. (Red/tim)
