Riza Chalid Diburu, Namanya Dikaitkan dengan Kerusuhan Aksi Demonstrasi di Sejumlah Daerah

Editor: Admin
Jakarta — Nama pengusaha migas Riza Chalid kembali mencuat ke permukaan. Setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi tata kelola perdagangan minyak mentah Pertamina, bos migas yang dijuluki The Gasoline Godfather itu kini dikaitkan dengan kerusuhan dalam gelombang aksi demonstrasi di berbagai daerah sejak Kamis (28/8/2025).

Jakarta — Nama pengusaha migas Riza Chalid kembali mencuat ke permukaan. Setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi tata kelola perdagangan minyak mentah Pertamina, bos migas yang dijuluki The Gasoline Godfather itu kini dikaitkan dengan kerusuhan dalam gelombang aksi demonstrasi di berbagai daerah sejak Kamis (28/8/2025).

Kerusuhan tersebut meluas hingga berujung pada aksi pembakaran gedung pemerintahan. Gedung DPRD Sulawesi Selatan dan DPRD Makassar dibakar lebih dulu, lalu menjalar ke Gedung DPRD Kabupaten Cirebon, Gedung Negara Grahadi Surabaya, DPRD Solo, DPRD Kediri, hingga DPRD Nusa Tenggara Barat (NTB).

Sejumlah pihak menilai aksi anarkis itu tidak murni dilakukan massa demonstran, melainkan ada pihak penyusup yang memanfaatkan momentum.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan pihaknya tengah mendalami dugaan keterlibatan aktor intelektual dan pendanaan di balik kerusuhan tersebut.

“Polri akan bergerak sesuai bukti-bukti yang ditemukan di lapangan. Semua yang diduga terlibat, baik pelaku lapangan, aktor intelektual, maupun pihak yang membiayai, akan ditelusuri,” ujar Sigit, Senin (1/9/2025), usai mendampingi Presiden Prabowo Subianto menjenguk aparat kepolisian yang terluka di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

Nama Riza Chalid mencuat setelah tiga menteri kabinet, yakni Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia Abdul Kadir Karding, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, serta Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan, mengunggah pesan serupa melalui akun Instagram masing-masing.

Dalam unggahan itu, mereka menyebut Prabowo sebagai presiden yang berani melawan mafia pangan, migas, hingga mafia di tubuh BUMN. Pesan tersebut secara eksplisit menyinggung nama “Reza Chalid dan kroni-kroninya” sebagai pihak yang disebut merugikan negara.

Di sisi lain, Kejaksaan Agung telah menetapkan Riza Chalid dan putranya, Muhammad Kerry Adrianto, sebagai tersangka kasus korupsi impor minyak mentah dan produk kilang. Keduanya diduga terlibat dalam praktik mark up kontrak pengiriman minyak bersama Direktur Utama PT Pertamina International Shipping, Yoki Firnandi.

Kejagung menyebut negara harus menanggung fee ilegal sebesar 13–15 persen akibat praktik tersebut. Dari penyidikan, Kejagung telah menyita sejumlah aset bernilai triliunan rupiah, termasuk kilang minyak PT Orbit Terminal Merak (OTM) di Cilegon, tiga rumah mewah di kawasan Bogor, serta kendaraan dan uang tunai.

Namun hingga kini, Riza Chalid belum berhasil ditangkap dan resmi masuk daftar buronan nasional.

Gelombang demonstrasi yang berujung ricuh itu dipicu oleh kematian pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, dalam aksi unjuk rasa di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Isu kenaikan tunjangan DPR dan tuntutan buruh semakin memanaskan situasi hingga meluas ke berbagai daerah.

Polri memastikan penyelidikan masih terus berjalan. “Kami akan tarik semua fakta di lapangan untuk mengungkap siapa dalang di balik kerusuhan ini,” tegas Kapolri. (Red/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini