Siapa Aktor di Balik Demo Bulan Agustus?

Editor: Admin

 

Ilustrasi/Google

Jakarta, 5 September 2025 — Gelombang demonstrasi yang berlangsung sejak 25–31 Agustus 2025 meninggalkan jejak kerusuhan di sejumlah daerah, termasuk pembakaran gedung DPRD dan jatuhnya korban jiwa. Aksi yang awalnya dipicu penolakan publik terhadap tunjangan perumahan dan fasilitas anggota DPR, berkembang menjadi eskalasi anarkistis yang memaksa pemerintah mengambil langkah balik kanan.

Presiden Prabowo Subianto pada 31 Agustus 2025 mengumumkan pencabutan sejumlah fasilitas DPR, termasuk moratorium perjalanan luar negeri, sebagai upaya meredakan situasi.

“Keputusan ini diambil untuk menjawab aspirasi publik,” kata Prabowo dalam pernyataannya, sebagaimana dilaporkan Reuters dan AP News.

Pemicu dan Eskalasi

Menurut laporan The Guardian dan AP, aksi protes bermula dari penolakan terhadap tunjangan DPR, namun memanas setelah seorang pengemudi ojek daring dilaporkan tewas akibat tertabrak kendaraan polisi saat pengamanan aksi di Jakarta. Peristiwa itu memicu gelombang kemarahan publik.

Pada 30 Agustus 2025, kerusuhan meluas ke berbagai daerah. Massa membakar gedung DPRD, termasuk di Makassar, yang menyebabkan tiga orang dilaporkan tewas akibat kebakaran gedung yang diserbu demonstran, sebagaimana diberitakan Reuters dan The Guardian.

Penyelidikan “Aktor” di Balik Demo

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan aparat tengah memburu pihak-pihak yang diduga menjadi aktor intelektual maupun penyandang dana kerusuhan.

“Polri akan menarik fakta dari lapangan, semua yang terlibat—baik pelaku lapangan, aktor intelektual, maupun pihak yang membiayai—akan ditelusuri,” kata Sigit, dikutip dari KompasTV (1/9/2025).

Hingga kini, belum ada nama resmi yang diumumkan aparat penegak hukum. BeritaSatu dan Bisnis.com melaporkan, Polri masih fokus pada pengumpulan bukti dan identifikasi pihak-pihak terkait.

Di sisi lain, sejumlah pemberitaan lokal serta konten media sosial mulai menyebut nama-nama tertentu. Namun, hingga saat ini informasi tersebut belum terverifikasi. Redaksi menegaskan klaim yang beredar di media sosial tidak bisa dijadikan kesimpulan sahih sebelum ada pengumuman resmi serta proses hukum di pengadilan.

Respons Pemerintah dan Sorotan HAM

Selain mencabut fasilitas DPR, pemerintah menekankan bahwa setiap tindakan anarkistis akan ditindak tegas.

“Kami mendengar aspirasi rakyat, tetapi penegakan hukum tetap dijalankan terhadap setiap pelanggaran,” kata Prabowo, dikutip dari AP News.

Namun, sorotan datang dari kalangan LSM hukum dan HAM. Tirto dan Hukumonline mencatat kritik atas dugaan tindakan represif aparat dalam pengamanan demonstrasi. Mereka mendesak adanya investigasi independen terkait korban jiwa dan luka.

Gelombang demonstrasi Agustus 2025 memperlihatkan ketegangan antara aspirasi publik dan respons negara. Meski pemerintah telah merespons dengan pencabutan fasilitas DPR, pertanyaan besar masih menggantung: siapa sebenarnya aktor di balik kerusuhan? Jawabannya kini menunggu hasil penyelidikan resmi aparat. (Red/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini