![]() |
| Foto istimewa |
Ternate, 17 September 2025 – Tim dosen Program Studi Pendidikan IPS Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (UNUTARA) menggelar kegiatan “Sosialisasi dan Simulasi Mitigasi Bencana” di MTs Sahabat Cendikia Kota Ternate. Mengusung tema “Knowledge to Action: Aksi Nyata Kurangi Risiko Bencana”, kegiatan ini berlangsung meriah dan diikuti antusias oleh puluhan siswa kelas VII.
Ternate yang berada di jalur ring of fire memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap gempa bumi dan tsunami. Karena itu, pengenalan mitigasi bencana sejak dini di sekolah dipandang penting sebagai upaya membangun kesiapsiagaan generasi muda.
Kegiatan ini terbagi dalam dua sesi. Pada sesi pertama, para dosen memberikan sosialisasi interaktif mengenai jenis-jenis bencana, tahapan manajemen bencana (pra, saat, dan pasca), hingga langkah-langkah penyelamatan diri. Materi diperkuat dengan tayangan video dan contoh kasus agar mudah dipahami siswa.
Sosialisasi dipandu langsung oleh dosen dan mahasiswa Pendidikan IPS UNUTARA, yakni:
1. Dr. Iswadi M. Ahmad, M.Pd
2. Ardiyana Muhammad, S.Pd., M.Pd
3. Irfandi R. Hi Mustafa, S.Pd., M.M
4. Fikri Hanif Mangela (Mahasiswa)
Sesi kedua menjadi puncak acara berupa simulasi tanggap bencana. Para siswa diajak mempraktikkan prosedur evakuasi saat gempa bumi, mulai dari gerakan “Drop, Cover, and Hold On” di bawah meja hingga menuju titik kumpul di lapangan melalui jalur evakuasi aman.
Koordinator kegiatan, Ardiyana Muhammad, M.Pd., menegaskan kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian masyarakat.
“Tujuan kami sederhana, mengubah pengetahuan menjadi tindakan nyata. Teori tanpa simulasi tidak cukup membentuk insting penyelamatan diri. Kami berharap MTs Sahabat Cendikia bisa menjadi contoh sekolah siaga bencana,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala MTs Sahabat Cendikia, Dr. Muhammad Nur Kadir, M.Pd.I, menyampaikan apresiasi dan harapan agar kegiatan serupa berlanjut.
“Ini pengalaman berharga bagi siswa-siswi kami. Mereka lebih paham apa yang harus dilakukan jika bencana benar terjadi. Kami berkomitmen menjadikan simulasi seperti ini agenda rutin sekolah,” tuturnya.
Kegiatan ditutup dengan pembagian sertifikat serta sesi foto bersama. Kolaborasi antara akademisi dan sekolah ini diharapkan dapat memperkuat ketangguhan masyarakat Ternate dalam menghadapi bencana.
