Jakarta, 3 Oktober 2025 – Pembekuan izin operasi TikTok oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mulai dirasakan langsung oleh jutaan pengguna di Indonesia. Sejak kebijakan ini diumumkan, fitur siaran langsung (live streaming) TikTok tidak dapat digunakan, memicu keresahan di kalangan kreator konten yang selama ini menggantungkan penghasilan dari fitur tersebut.
Menurut pantauan Kontan.co.id (30/9/2025), pengguna TikTok di Indonesia melaporkan tidak bisa lagi melakukan siaran langsung maupun menerima “gift” dari penonton. Padahal, fitur ini menjadi salah satu sumber utama pendapatan kreator digital.
“Hampir 70 persen penghasilan saya dari live. Sekarang hilang total, padahal ada target bulanan,” ungkap seorang kreator asal Surabaya yang aktif menjual produk lewat TikTok Live, dikutip dari laporan Mediaindonesia.com (1/10/2025).
Kreator Mikro Paling Terpukul
Kreator kecil yang bergantung pada live streaming untuk berjualan dan menerima donasi digital menjadi pihak paling terdampak. Tanpa fitur tersebut, mereka harus kembali mengandalkan konten video pendek yang tidak memberikan keuntungan langsung.
Ekonom digital Bhima Yudhistira menilai pembekuan ini dapat mengurangi pemasukan ribuan kreator mikro. “Dampaknya paling terasa ke kreator level bawah. Bagi mereka, live bukan sekadar hiburan, tapi mata pencaharian,” ujar Bhima seperti dilaporkan Emitennews.com (1/10/2025).
Konsumen Kehilangan Akses Belanja Langsung
Selain kreator, konsumen juga merasakan perubahan signifikan. Fitur live yang kerap digunakan sebagai etalase belanja langsung kini hilang, sehingga interaksi antara penjual dan pembeli di TikTok menjadi terbatas.
“Biasanya saya belanja barang sambil nonton live seller, sekarang tidak bisa lagi. Rasanya beda, karena interaksinya hilang,” ujar Fitri (27), pengguna TikTok di Jakarta.
Komdigi Tegaskan Langkah Tegas
Komdigi menegaskan bahwa pembekuan tanda daftar ini dilakukan sebagai langkah hukum karena TikTok tidak memenuhi kewajiban penyediaan data. Meski demikian, pengguna masih bisa mengakses aplikasi untuk membuat dan menonton video pendek.
“Aplikasi TikTok tetap bisa digunakan, hanya fitur live yang kami suspend sementara,” jelas Komdigi dalam siaran pers di laman resminya komdigi.go.id .
Masa Depan Kreator Digital
Hingga saat ini, belum ada kejelasan kapan fitur live akan kembali diaktifkan. Jika pembekuan berlangsung lama, para kreator diperkirakan akan bermigrasi ke platform lain seperti Instagram Live atau YouTube Live untuk mempertahankan pendapatan.
“Kalau TikTok lama-lama tidak bisa live, saya terpaksa pindah ke Instagram. Soalnya pemasukan harus tetap jalan,” ujar Rani (32), kreator asal Bandung**
