Gubernur Sherly Tjoanda Ungkap Tekanan Fiskal Maluku Utara di Hadapan Menteri Keuangan

Editor: Admin
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, secara terbuka memaparkan kondisi fiskal daerahnya yang tengah mengalami tekanan berat dalam pertemuan para gubernur se-Indonesia bersama Menteri Keuangan Purbaya, awal pekan ini.

Jakarta — Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, secara terbuka memaparkan kondisi fiskal daerahnya yang tengah mengalami tekanan berat dalam pertemuan para gubernur se-Indonesia bersama Menteri Keuangan Purbaya, awal pekan ini.

Melalui unggahan di akun Instagram resminya, @s_tjo, Selasa (07/10/25) Gubernur Sherly menyebut forum tersebut menjadi ruang jujur bagi para kepala daerah untuk menyampaikan persoalan riil di lapangan — mulai dari tekanan fiskal, beban pengangkatan ASN melalui skema PPPK, hingga dampak pemotongan Dana Bagi Hasil (DBH).

“Saya menyampaikan kondisi Maluku Utara yang cukup berat: DBH kami dipotong 60 persen, sementara DAU habis untuk belanja pegawai,” tulis Sherly dalam unggahannya.

Ia menjelaskan, pemotongan DBH secara signifikan tersebut berdampak langsung pada kemampuan daerah dalam membiayai pembangunan infrastruktur strategis seperti jalan dan jembatan — sektor yang selama ini menjadi tulang punggung pemerataan ekonomi di wilayah kepulauan Maluku Utara.

“Kondisi ini membuat ruang fiskal kami semakin sempit. Padahal infrastruktur adalah fondasi untuk menghubungkan pulau-pulau dan membuka akses ekonomi masyarakat,” lanjutnya.

Meski menyampaikan situasi yang tidak mudah, Gubernur Sherly tetap mengapresiasi sikap terbuka Menteri Keuangan yang bersedia mendengarkan langsung keluhan dan masukan dari para kepala daerah.

Menurutnya, dialog terbuka seperti ini penting agar kebijakan fiskal nasional dapat lebih memperhatikan konteks dan tantangan unik yang dihadapi daerah kepulauan.

“Kadang yang dibutuhkan daerah bukan hanya angka, tapi kesediaan untuk mendengar dan mencari jalan bersama. Dan hari ini, itu terasa nyata,” tulis Sherly menutup keterangannya.

Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi Maluku Utara untuk menyuarakan kondisi fiskalnya sekaligus mendorong pemerintah pusat agar memberikan perhatian lebih pada daerah-daerah dengan karakteristik geografis kepulauan yang memiliki tantangan pembangunan tersendiri. (red)

Share:
Komentar

Berita Terkini