![]() |
| Foto bersama |
Weda, Halmahera Tengah – Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) menggelar Kegiatan Peningkatan Kapasitas Fasilitator Kecamatan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Tahun 2025, bertempat di Aula Kantor Camat Weda.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, mulai 29 hingga 31 Oktober 2025, diikuti oleh 14 fasilitator kecamatan dari seluruh wilayah Kabupaten Halmahera Tengah.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia yang berperan langsung dalam mendukung implementasi Program TEKAD di tingkat desa dan kecamatan. Program ini diharapkan mampu mendorong transformasi ekonomi masyarakat desa secara mandiri, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Dalam sambutannya, Koordinator TEKAD Kabupaten Halmahera Tengah, Ataki Ismail, menjelaskan bahwa pelatihan ini dirancang untuk memberikan pemahaman mendalam kepada para fasilitator mengenai konsep PE3K (Perencanaan, Evaluasi, Ekonomi, Kewirausahaan, dan Keuangan Aset).
"Melalui pelatihan ini, fasilitator dibekali kemampuan teknis dan wawasan kewirausahaan agar dapat mendampingi masyarakat desa dengan lebih profesional dan inovatif. Tujuan akhirnya adalah menciptakan masyarakat yang mandiri dan berdaya secara ekonomi," ujar Ataki.
Sementara itu, Sekretaris Dinas DPMD Kabupaten Halmahera Tengah, Muawwiyah Hi. Gadjal, yang secara resmi membuka kegiatan tersebut, menegaskan pentingnya peran fasilitator sebagai agen perubahan sosial dan ekonomi di desa.
"Fasilitator harus memiliki semangat, pengetahuan luas, dan jiwa kewirausahaan. Mereka adalah penggerak utama dalam mengembangkan potensi ekonomi lokal, terutama di sektor pertanian, perikanan, dan usaha mikro," tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) atas dukungan dan pendampingan yang berkelanjutan dalam pelaksanaan Program TEKAD di Kabupaten Halmahera Tengah.
Turut hadir dalam kegiatan ini perwakilan dari Kemendes PDTT, yaitu Hartini Muharama, Taufan, Mauludin Irwanto, dan Farid Taufiqi, serta fasilitator kabupaten.
Dalam arahannya, Hartini Muharama menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan investasi strategis dalam membangun sumber daya manusia unggul di tingkat akar rumput.
“Keberhasilan Program TEKAD sangat bergantung pada kualitas para fasilitatornya. Karena itu, kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah nyata dalam mencetak fasilitator yang berintegritas, kreatif, dan berdedikasi untuk kemajuan desa,” tegasnya.
Program TEKAD di Kabupaten Halmahera Tengah sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah untuk memperkuat pembangunan ekonomi berbasis desa serta mendukung program nasional Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat desa sebagai fondasi kekuatan bangsa.
Melalui peningkatan kapasitas fasilitator ini, diharapkan para pendamping desa mampu menjadi motor penggerak perubahan sosial-ekonomi, memperkuat jejaring kerja antarwilayah, serta mendorong lahirnya inovasi lokal yang adaptif terhadap potensi dan tantangan masing-masing desa. (*
