![]() |
| Foto istimewa |
Ternate, 28 Oktober 2025 — Dalam semangat memperingati Hari Sumpah Pemuda dan Hari Jadi Gerakan Pelajar Mahasiswa Gane Barat Utara (GPM Garut), para pemuda dari wilayah selatan Maluku Utara ini menggelar dialog publik bertajuk “Bacarita Gane Barat” yang berlangsung di Café Sabeba, Ternate, Selasa (28/10/2025).
Acara tersebut menghadirkan sejumlah narasumber penting, di antaranya Muksin Amrin, Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara (Fraksi PKB), Munira Sagaf, mantan Anggota DPRD Kota Ternate (Fraksi PDI-P, 2014–2019), serta Dr. Adnan Mahmud, Wakil Rektor I IAIN Ternate.
Ketua Umum GPM Garut, Gufran Abdul Haji, dalam sambutannya menegaskan bahwa momentum Sumpah Pemuda menjadi langkah awal bagi GPM Garut untuk terus mengawal percepatan pembangunan di Kecamatan Gane Barat Utara, khususnya dalam bidang infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan.
“Kami ingin suara Gane Barat Utara tidak hanya terdengar saat pemilu, tetapi juga dalam kebijakan nyata pemerintah daerah. Keterbatasan akses pendidikan dan kesehatan masih menjadi tantangan utama masyarakat kami,” ujar Gufran.
Dialog yang berlangsung hangat itu memunculkan berbagai rekomendasi strategis, mulai dari pembangunan fasilitas pendidikan dan kesehatan, hingga pembentukan unit Polsek di Kecamatan Gane Barat Utara.
Ketua KNPI Kota Ternate yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyoroti pentingnya kehadiran Polsek di wilayah itu untuk memperkuat pelayanan keamanan dan pengaduan masyarakat.
“Sudah saatnya Gane Barat Utara memiliki unit Polsek sendiri agar akses pengamanan dan pengaduan masyarakat lebih cepat dan efektif,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Muksin Amrin menyampaikan bahwa proyek ruas jalan Payahe–Dehepodo dan Saketa–Dehepodo sebenarnya telah direncanakan untuk dikerjakan tahun ini. Namun, karena adanya kebijakan efisiensi nasional, pelaksanaannya tertunda.
“Ruas jalan itu sudah masuk prioritas. Hanya saja, efisiensi anggaran nasional membuat proyeknya tertunda. Tapi kami akan perjuangkan agar masuk dalam anggaran 2026,” ungkap Muksin.
Ia pun mengapresiasi langkah GPM Garut yang konsisten mengangkat isu-isu pembangunan di wilayah selatan Halmahera, dan berharap organisasi tersebut terus menjadi motor penggerak perubahan bagi masyarakat Gane Barat.
“Kegiatan seperti ini harus terus digelar. Pemuda adalah energi perubahan, dan GPM Garut harus menjadi ujung tombak dalam memperjuangkan pemerataan pembangunan,” pungkasnya.
