Wapres Gibran Rakabuming Raka Dijadwalkan Buka Festival Legu Tara No Ate 2025 di Ternate

Editor: Admin
Foto istimewa 

TERNATE — Wakil Presiden Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka dijadwalkan akan membuka secara resmi Festival Legu Tara No Ate 2025, yang akan digelar di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ternate, Kecamatan Ternate Selatan, pada Kamis, 16 Oktober 2025 pukul 15.00 WIT.

Ketua Panitia Legu Tara No Ate, Syarif Abdullah, menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah rampung dan pihak panitia telah berkoordinasi langsung dengan tim protokoler Wapres RI.

“Alhamdulillah, hasil koordinasi dengan tim protokoler Wapres sudah dilakukan. Insya Allah, Bapak Wapres Gibran Rakabuming Raka akan hadir langsung untuk membuka Festival Legu Tara No Ate tahun ini,” ujar Syarif, Minggu (12/10/2025).

Menurut Syarif, panitia bersama Sultan Ternate, Hidayatullah Sjah, serta seluruh pihak terkait telah menyepakati rangkaian acara pembukaan yang dikemas secara khas dan berbudaya.

“Seluruh agenda kegiatan sudah dikomunikasikan dengan tim protokoler Wapres. Kami berharap semua berjalan lancar dan menjadi kebanggaan bagi masyarakat Maluku Utara,” tambahnya.

Festival Legu Tara No Ate sendiri merupakan ajang budaya yang rutin digelar sebagai bentuk penghormatan terhadap Kesultanan Ternate dan wujud pelestarian adat istiadat lokal. Tahun ini, festival tersebut akan dikemas lebih meriah dengan menampilkan atraksi budaya, parade adat, pameran ekonomi kreatif, pertunjukan musik tradisional, hingga kuliner khas Ternate.

Syarif yang juga menjabat sebagai Ketua PW GP Ansor Maluku Utara menegaskan bahwa Legu Tara No Ate 2025 bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga menjadi momentum penting untuk mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Ternate ke tingkat nasional.

“Kami ingin Legu Tara No Ate menjadi panggung besar untuk memperkenalkan kekayaan budaya Ternate ke seluruh Indonesia. Kehadiran Wapres RI menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menjaga dan mengembangkan warisan leluhur,” tuturnya.

Festival ini diharapkan menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, Kesultanan Ternate, dan masyarakat, dalam menjaga identitas budaya dan semangat persaudaraan di Bumi Moloku Kie Raha. (Red/tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini