Kepemimpinan Ala AKA

Editor: Admin
foto istimewah

Oleh: Hudan Irsyadi
(Dosen Antropologi Sosial, FIB-Unkhair)

Kepemimpinan ala AKA merupakan akronim dari Akuntabel, Keratif dan Amanah. Kepemimpinan seperti ini tentu sangat dibutuhkan banyak orang, di tengah krisis SDM yang mempunyai kemampuan kepemimpinan (leadership). Orang pintar dan cerdas mungkin banyak, tetapi pemimpin yang dibekali dengan kualitas AKA sangat langka di era sekarang. Jika dibandingkan bisa dikata satu per seratus dalam satu dekade. Kepemimpinan ala AKA adalah representasi dari pelbagai generasi, menyeruak di antara generasi, membersemai dan selalu menabur kebaikan. Dalam konteks tersebut terdapat satu mutiara yang sepadan dengan kepemimpinan ala AKA. Adalah seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di provinsi Maluku Utara, yang konon namanya sering dipanggil dengan sebutan AKA. AKA yang dimaksud adalah Abubakar Abdullah. Lalu siapakah Aka itu?

Sependek pengetahuan saya, Abubakar Abdullah atau AKA dahulunya merupakan seorang akademisi Universitas Khairun yang kemudian memilih “jalan yang penuh kebisingan” (birokrasi) untuk masa depannya. AKA datang bukan hanya bermodalkan sebagai seorang akademisi tulen, tetapi dibalik itu terdapat pengalaman organisasinya yang kemudian menegaskan pilihannya di atas, sebagai seorang birokrat. Organisasi yang pernah ditempa adalah sebagai seorang aktivis PMII (pernah menjadi ketua), ketua KNPI Maluku Utara, dan sekretaris PW NU dan seabrek latar belakang organisasinya. Dari pengalamannya itu, jarang terdengar suara-suara sumbang yang menyudutkan AKA. Tak sedikit hal-hal baik yang terdengar dari orang-orang yang pernah bersama AKA bahkan tak sedikit pula yang mendoakannya. Jalan yang penuh kebisingan yang pernah AKA lalui adalah sebagai Kepala Biro Umum dan Protokoler Pemerintah Daerah Maluku Utara (Pemda Malut), Sekretaris DPRD Provinsi Maluku Utara, dan yang terbaru adalah sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Utara. Dalam rentang jabatan yang pernah diemban oleh AKA, ada hal yang menarik sewaktu menjabat sebagai sekretaris dewan di periode pertama kepemimpinan gubernur Abdul Gani Kasuba (AGK). Di mana jabatan sekretaris dewan sempat dicopot oleh gubernur AGK, namun terdapat penolakan dari beberapa anggota DPRD provinsi Malut pada waktu itu yang ngotot untuk tetap mempertahankannya. Seingat saya anggota dewan yang sangat getol pada waktu itu adalah Ikram Haris dari partai PDI-P. Pada titik ini, saya bisa bilang AKA bukan kaleng-kaleng, tetapi AKA adalah representasi dari kepemimpinan yang Akuntabel, Kreatif, dan Amanah (AKA).

Kurang lebih hampir tiga periode di Sekretaris dewan tentu suka dan duka telah ia lalui. Saya pernah dengan sengaja, menanyakan kepada salah satu stafnya (masih honorer) di Sekretaris DPRD tentang gaya kepemimpinan dari AKA. Jawaban yang saya dapat sangat menyentuh. Sang honorer itu bilang bahwa AKA adalah tipikal pemimpin yang sangat peduli terhadap bawahannya. Ia melanjutkan bahwa dari AKA dia bisa menghargai pekerjaannya. Pak Aka banyak mengajarkan para stafnya, bukan cuma saya yang merasakan manfaat ketika dibimbing dan dipimpim oleh AKA. AKA selalu membersamai dalam suka dan duka.

Hemat saya, perlakuan dari AKA inilah yang membuat dia begitu dihargai para staf di kantor yang ia pimpin. Nahkoda orang nomor satu di Maluku Utara boleh berganti, tetapi AKA tetap ada. Dua gubernur laki-laki sebelumnya nama AKA selalu menengadah. Bahkan ketika Malut dipimpin oleh seorang perempuan, AKA tetap ada.

Sejak ditunjuk sebagai Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadikbud) Maluku Utara, pada Februari silam, otomatis AkA merangkap dua jabatan. Satu sebagai sekretaris dewan dan yang satu lagi sebagai Kadikbud. Sepanjang menjabat sebagai Plt. Kadikbud, banyak inovasi dan kreasi yang AKA jalankan. Dalam rentang delapan bulan, koordinasi program dari visi-misi gubernur terimplementasi dengan baik ke sekolah-sekolah menengah atas di Maluku Utara. Oleh karena itu, tepat pada hari kamis, 06 November 2025 Abubakar Abdullah diambil sumpah jabatan sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Malut. Harapan besar kemajuan Pendidikan dan Kebudayaan di Maluku Utara berada dipundaknya. Saya percaya, Abubakar Abdullah punya kapasitas atas tugas dan tanggung jawab yang diemban. Dengan latar belakang dibidang pendidikan, S1-S3 tentu menjadi modal kulturalnya. Abubakar Abdullah adalah tipikal kepemimpinan ala AKA.
Share:
Komentar

Berita Terkini