![]() |
| Foto istimewa |
TERNATE, 06 November 2025 – Mahasiswa Program Studi Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (Unutara) menunjukkan kepedulian nyata terhadap permasalahan lingkungan melalui sebuah praktik inovatif. Mereka berhasil mengubah sampah plastik yang mengotori lingkungan menjadi paving block yang kuat dan memiliki nilai ekonomis.
Kegiatan yang merupakan bagian dari mata kuliah Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) ini dilaksanakan di Kelurahan Kalumata selama sepekan. Praktik ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pemahaman teoritis, tetapi juga mendorong mahasiswa untuk menciptakan solusi nyata atas persoalan sampah di sekitarnya.
Koordinator kegiatan, Iswan Abdullah, menjelaskan bahwa ide ini berawal dari keprihatinan terhadap menumpuknya sampah plastik di lingkungan Kelurahan Kalumata dan permukiman warga.
"Kami melihat sampah plastik seperti kemasan minuman, kantong kresek, dan sejenisnya sangat sulit terurai. Daripada hanya menjadi masalah, kami berinisiatif untuk mengolahnya menjadi sesuatu yang lebih berguna, dalam hal ini paving block," ujarnya.
Proses pembuatannya dimulai dengan pengumpulan dan pemilahan sampah plastik. Sampah plastik yang telah terkumpul kemudian dicacah menjadi serpihan kecil dan dilelehkan dengan pemanasan pada wajan besar. Dalam keadaan meleleh, plastik dicampur dengan pasir dengan perbandingan tertentu. Adonan tersebut kemudian dicetak ke dalam cetakan paving block dan dipadatkan sebelum akhirnya didinginkan.
Dosen pembimbing mata kuliah, Ardiyana Muhammad juga sangat mengapresiasi kreativitas dan semangat para mahasiswanya. Menurutnya, praktik seperti ini sejalan dengan visi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat.
"Ini adalah bentuk penerapan ilmu yang kontekstual. Mahasiswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga terjun langsung memberikan solusi. Teknologi yang mereka gunakan sederhana, mudah ditiru, dan sangat potensial untuk dikembangkan menjadi usaha sampingan bagi masyarakat," paparnya.
Salah satu mahasiswa peserta praktik, Dandi Tuhuteru, mengaku sangat antusias dengan project ini. "Awalnya ragu, apakah sampah plastik bisa sekuat itu. Ternyata paving blocknya cukup kuat untuk digunakan di taman atau jalan dengan beban rendah. Sangat membanggakan bisa menciptakan sesuatu dari barang yang dianggap tidak berguna," tuturnya.
Inovasi mahasiswa Pendidikan IPS Unutara ini diharapkan dapat menginspirasi komunitas lain dan masyarakat luas untuk lebih kreatif dalam mengelola sampah. Diharapkan pula, ke depan hasil inovasi ini dapat disosialisasikan lebih luas kepada masyarakat sehingga dapat mengurangi beban sampah plastik sekaligus menciptakan peluang ekonomi kreatif baru di Provinsi Maluku Utara. (**
