![]() |
| Foto istimewa |
Weda, 4 November 2025 — Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah melalui Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (BPMD) menggelar Rapat Koordinasi Fasilitator Kabupaten bersama Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dalam rangka memperkuat sinergi pelaksanaan Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Tahun Anggaran 2025.
Bertempat di Aula Resto Rumah Makan Irawati, Desa Fidy Jaya, Kecamatan Weda, kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan dari Dinas Pertanian, Dinas Perikanan, Bapperida, para fasilitator kabupaten, dan tim pelaksana kegiatan desa. Agenda utama rapat adalah menyatukan langkah strategis antarinstansi guna mempercepat implementasi Program TEKAD yang berfokus pada penguatan ekonomi masyarakat desa berbasis potensi lokal.
Dalam arahannya, Kepala BPMD Halmahera Tengah, Mustamin Jamal, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar pelaksanaan program TEKAD berjalan efektif dan berdampak nyata.
“Sinergi antarinstansi merupakan kunci untuk mewujudkan kemandirian ekonomi desa berbasis potensi lokal. Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Semua harus terlibat agar hasilnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Fasilitator Kabupaten bidang Monitoring dan Evaluasi, Iksan Basri, memaparkan bahwa hingga tahun 2025, Program TEKAD telah menjangkau 38 desa penerima demplot dan 3 desa penerima Rencana Investasi Tematik Desa (RITD). Program ini menjadi salah satu upaya strategis dalam memperkuat sektor produktif berbasis potensi lokal seperti pertanian, perikanan, dan pengolahan hasil turunan.
“Keberhasilan TEKAD tidak hanya diukur dari meningkatnya hasil produksi, tetapi juga dari tumbuhnya semangat kolaborasi antar pihak. Penyuluh pertanian dan perikanan sangat dibutuhkan agar pendampingan di lapangan berjalan efektif dan berkelanjutan,” jelas Iksan.
Irwan, Kepala Bidang Perencanaan Dinas Pertanian, menyatakan komitmennya mendukung penuh Program TEKAD:
“Kami siap bersinergi karena tujuan TEKAD sejalan dengan visi kami, yaitu peningkatan produksi dan kesejahteraan petani yang berkelanjutan.”
Sementara itu, Arifin, Kepala Bidang Usaha Budidaya Dinas Perikanan, menekankan pentingnya koordinasi yang intensif agar kegiatan di sektor perikanan berjalan tepat sasaran.
“Kami berharap ada sinkronisasi program, terutama dalam penentuan penerima manfaat di sektor perikanan. Dengan data nelayan yang akurat, bantuan bisa lebih tepat sasaran dan hasilnya maksimal,” ungkapnya. (Red/tim)
Amir Hasim, Kabid Pemberdayaan Masyarakat BPMD Halmahera Tengah, menekankan bahwa keberhasilan TEKAD bergantung pada kolaborasi aktif seluruh pihak, terutama di tingkat kampung.
“Kunci pemberdayaan adalah pelibatan masyarakat dalam setiap proses. Dengan memperkuat kapasitas SDM desa dan sinergi lintas sektor, kita bisa mewujudkan desa mandiri dan berdaya saing,” tegasnya.
Fahri Lasu, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Bapperida Halmahera Tengah, menambahkan bahwa pihaknya akan terus memberikan dukungan strategis dalam perencanaan, pengawasan, dan evaluasi pelaksanaan TEKAD.
“Kami ingin TEKAD menjadi instrumen nyata transformasi ekonomi desa. Program ini harus melahirkan inovasi dan kemandirian di setiap desa. Sinergi lintas sektor wajib diperkuat agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tuturnya.
Melalui rapat koordinasi ini, seluruh peserta menegaskan komitmen bersama untuk mendukung Program TEKAD 2025 sebagai langkah strategis dalam membangun kemandirian dan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa di Kabupaten Halmahera Tengah.
Program TEKAD diharapkan menjadi katalis utama dalam menciptakan desa yang produktif, berdaya saing, dan mandiri, sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah untuk mewujudkan pembangunan berbasis potensi lokal yang inklusif dan berkelanjutan.
