![]() |
| Foto istimewa |
Ternate - Pelatihan Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an yang diselenggarakan oleh Yayasan Pendidikan Nahdiyatul Mulk (YPNM) bekerja sama dengan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemerintah Daerah Halmahera Timur memasuki hari kedua pelaksanaan, Selasa (16/12/2025).
Pada hari kedua ini, peserta dibekali pemahaman mendalam mengenai epistemologi menulis melalui sesi utama yang menghadirkan Prof. Gufran Ali Ibrahim. Sesi berlangsung sejak pukul 08.30 hingga 12.00 WIT dengan materi bertajuk Tujuh Rahasia Epistemologi Menulis.
Ketua YPNM, Salim Taib yang akrab disapa Bung Limbo, menjelaskan bahwa pelatihan dirancang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga menekankan praktik langsung. Sebelum pemaparan materi, peserta dibagikan sejumlah bahan latihan berupa artikel opini dari media nasional, matriks kolom, serta lembar isian.
“Peserta diminta membaca secara kritis, lalu menuangkan kembali gagasan mereka ke dalam matriks. Ini bagian dari proses melatih cara berpikir dan menulis secara sistematis, dengan tujuan akhir agar peserta benar-benar mampu menulis karya ilmiah,” jelas Bung Limbo.
Dalam pemaparannya, Prof. Gufran menekankan bahwa kemampuan menulis tidak dapat dilepaskan dari budaya membaca. Menurutnya, membaca merupakan fondasi utama bagi siapa pun yang ingin menjadi penulis yang baik, termasuk dalam konteks penulisan ilmiah berbasis Al-Qur’an.
Ia juga mengaitkan tradisi literasi dengan nilai-nilai Al-Qur’an. Prof. Gufran menegaskan bahwa perintah pertama dalam wahyu bukanlah perintah ritual, melainkan perintah membaca.
“Al-Qur’an sangat menekankan literasi membaca dan menulis. Wahyu pertama adalah Iqra’, bukan perintah sujud atau shalat. Ini pesan kuat tentang pentingnya ilmu pengetahuan,” ujarnya sambil mengutip Surah Al-‘Alaq.
Sementara itu, Samsi, staf Bagian Kesra Pemerintah Daerah Halmahera Timur, menilai materi pada hari kedua pelatihan sangat berbobot dan aplikatif. Ia berharap seluruh peserta mengikuti rangkaian kegiatan dengan disiplin dan keseriusan.
“Materi hari ini sangat berkualitas. Kami berharap peserta memanfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya agar tujuan kegiatan dapat tercapai secara maksimal,” pungkasnya. (*
