![]() |
| Gamal Marinyo (Sekretaris PC ISNU Kota Ternate |
Ternate – Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kota Ternate menyatakan dukungan terhadap komitmen Kementerian Agama Republik Indonesia dalam memperbaiki tata kelola kelembagaan serta meningkatkan kesejahteraan guru dan tenaga kependidikan di lingkungan Kemenag RI.
Sekretaris PC ISNU Kota Ternate, Gamal Marinyo, menilai langkah yang diambil Kementerian Agama tersebut merupakan bagian penting dari reformasi birokrasi yang bertujuan memperkuat kualitas sumber daya manusia pendidikan keagamaan di Indonesia.
Menurut Gamal, upaya pembenahan tata kelola yang disertai perhatian terhadap kesejahteraan guru menjadi fondasi utama dalam membangun sistem pendidikan Islam yang berkualitas, berkeadilan, dan relevan dengan tantangan zaman.
“ISNU Kota Ternate melihat komitmen Kemenag RI ini sebagai langkah strategis. Reformasi birokrasi tidak boleh berhenti pada aspek administrasi semata, tetapi harus berdampak langsung pada kesejahteraan guru dan tenaga pendidik yang selama ini menjadi garda terdepan pendidikan keagamaan,” ujar Gamal, Senin (2/2/2026).
Ia menegaskan bahwa guru madrasah dan tenaga pendidik di bawah naungan Kementerian Agama memiliki peran besar dalam membentuk karakter generasi muda yang moderat, toleran, dan berakhlak. Namun demikian, masih banyak guru yang menghadapi persoalan kesejahteraan, beban kerja, serta keterbatasan sarana pendukung pendidikan.
“Komitmen peningkatan kesejahteraan guru harus kita dukung bersama. Ini bukan sekadar soal penghasilan, tetapi juga menyangkut penghargaan terhadap profesi guru sebagai penentu kualitas masa depan bangsa,” tegasnya.
Gamal menambahkan, tata kelola kelembagaan yang baik akan menghasilkan kebijakan yang lebih tepat sasaran, termasuk dalam pengelolaan sumber daya manusia, distribusi anggaran pendidikan, serta sistem pembinaan dan pengembangan kompetensi guru.
Menurutnya, kesejahteraan yang memadai akan berdampak langsung pada peningkatan profesionalisme dan motivasi kerja tenaga pendidik. Guru yang merasa dihargai dan didukung akan lebih fokus, kreatif, dan adaptif dalam menghadapi dinamika kurikulum serta perkembangan teknologi pendidikan.
“Guru yang sejahtera, baik secara ekonomi maupun psikologis, akan lebih optimal dalam menjalankan tugasnya. Ini akan berpengaruh langsung pada mutu pembelajaran dan kualitas lulusan pendidikan keagamaan,” jelas Gamal.
Sebagai organisasi yang menghimpun kalangan intelektual dan profesional Nahdlatul Ulama, ISNU Kota Ternate menyatakan kesiapan untuk berperan sebagai mitra strategis pemerintah, khususnya Kementerian Agama RI. Kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui kajian akademik, riset kebijakan, hingga pendampingan program peningkatan kapasitas guru.
“Kami siap memberikan masukan yang konstruktif dan berbasis keilmuan. Sinergi antara pemerintah dan kalangan intelektual daerah sangat penting agar kebijakan yang dibuat benar-benar menyentuh kebutuhan riil di lapangan, termasuk di daerah kepulauan seperti Maluku Utara,” ungkapnya.
Gamal juga menekankan pentingnya memastikan agar reformasi tata kelola dan program peningkatan kesejahteraan guru tidak hanya dirasakan di tingkat pusat, tetapi juga menjangkau madrasah dan satuan pendidikan keagamaan di daerah.
“Reformasi harus hadir sampai ke daerah, ke madrasah-madrasah kecil dan pesantren yang selama ini menjadi pilar pendidikan umat. Jangan sampai kebijakan bagus di pusat, tetapi implementasinya tertinggal di daerah,” katanya.
Menutup pernyataannya, Gamal Marinyo mengajak seluruh elemen masyarakat, akademisi, dan organisasi profesi untuk bersama-sama mengawal agenda reformasi Kementerian Agama RI demi terwujudnya pendidikan keagamaan yang bermutu dan berdaya saing.
“Memuliakan guru berarti menyiapkan masa depan bangsa. ISNU Kota Ternate mendukung setiap kebijakan yang berpihak pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan pendidik,” pungkasnya.
