![]() |
| Keterangan Foto Plt Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Hairil Hi, Hukum (Foto: Istimewa). |
Sofifi — Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Provinsi Maluku Utara mengaku tidak mengetahui secara rinci asal-usul kontraktor pemenang tender proyek pembangunan jalan dan jembatan Trans Kie Raha ruas Ekor–Kobe senilai Rp60 miliar.
Proyek yang merupakan salah satu program unggulan Gubernur Sherly Tjoanda itu bersumber dari APBD 2026 dan berada di bawah kewenangan Dinas PUPR Malut. Tender tersebut dimenangkan oleh PT Mina Fajar Abadi yang beralamat di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh.
Pelaksana Tugas Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) Pemprov Malut, Hairil Hi. Hukum, mengatakan pihaknya tidak mengetahui secara detail asal dan alamat perusahaan tersebut.
“Ah, itu kami tidak tahu,” kata Hairil saat ditemui di Kantor Gubernur Malut, Kamis (9/4/2026).
Ia menjelaskan, proses tender proyek tersebut telah selesai dan saat ini memasuki tahap masa sanggah sesuai jadwal. Menurutnya, tahapan itu tetap harus dilalui meskipun tidak ada sanggahan dari peserta lain.
“Selesai lelang, sekarang masuk masa sanggah. Walaupun tidak ada sanggahan, tetap harus dilalui sesuai jadwal,” ujarnya.
Dalam proses tender, dari total 14 perusahaan yang terdaftar sebagai peserta, hanya satu perusahaan yang memasukkan dokumen penawaran, yakni PT Mina Fajar Abadi.
“Hanya satu yang memasukkan penawaran. Yang lain tidak ikut kompetisi,” kata Hairil.
Proyek dengan kode tender 10120753000 tersebut menggunakan metode tender pascakualifikasi satu file dengan sistem evaluasi harga terendah metode gugur.
Nilai Harga Perkiraan Sendiri (HPS) proyek itu sebesar Rp60.054.433.000 dengan skema kontrak kombinasi lumsum dan harga satuan. Berdasarkan hasil evaluasi, PT Mina Fajar Abadi ditetapkan sebagai pemenang dengan nilai penawaran Rp59.560.044.402,40. (Red/tim)
