Cegah Sampah, FIP Unutara Bergerak di Kastela: Edukasi Lingkungan untuk Wisata Ternate yang Lestari

Editor: Admin
Foto istimewa 

TERNATE – Komitmen terhadap pelestarian lingkungan dan pengembangan pariwisata berkelanjutan kembali ditunjukkan Fakultas Inovasi Pendidikan (FIP) Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara (Unutara). Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), FIP Unutara menggelar kegiatan edukasi pengolahan sampah di kawasan wisata Pantai Kastela, Kota Ternate, Sabtu (20/6/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah nyata kampus dalam menjawab persoalan lingkungan yang masih menjadi tantangan di sejumlah destinasi wisata, termasuk Pantai Kastela yang dikenal sebagai salah satu ikon wisata sejarah dan bahari di Pulau Ternate. Keindahan pantai yang menghadap langsung ke Pulau Tidore tersebut kerap terganggu oleh tumpukan sampah, terutama sampah plastik serta limbah rumah tangga yang terbawa arus laut.

Melibatkan dosen, mahasiswa, dan masyarakat setempat, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada sosialisasi, tetapi juga praktik langsung pengelolaan sampah. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai pemilahan sampah organik dan anorganik, teknik pengolahan sampah menjadi produk bernilai guna, hingga upaya mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di kawasan wisata.

Plt Dekan FIP Unutara, Fahrun Yamin, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen fakultas dalam menghadirkan pendidikan yang berdampak bagi masyarakat.

“Perguruan tinggi tidak boleh hanya menjadi pusat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga harus hadir memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat. Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab semua pihak,” ujarnya.

FIP Unutara yang menaungi Program Studi Pendidikan IPA dan Pendidikan IPS dinilai memiliki keterkaitan erat dengan isu lingkungan, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat. Karena itu, kegiatan pengabdian berbasis lingkungan menjadi salah satu fokus yang terus dikembangkan oleh fakultas.

Salah satu dosen FIP Unutara yang terlibat dalam kegiatan, Ikhlashul Ihsan, mengatakan bahwa edukasi lingkungan harus dilakukan secara berkelanjutan agar mampu membentuk budaya hidup bersih di tengah masyarakat.

“Edukasi pengolahan sampah ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi bagian dari upaya jangka panjang untuk membangun kesadaran lingkungan. Mahasiswa harus hadir di tengah masyarakat dan menjadi agen perubahan yang mampu memberikan dampak nyata,” katanya.

Kehadiran FIP Unutara mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pelaku usaha wisata di Pantai Kastela. Mereka mengaku memperoleh wawasan baru mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang baik demi menjaga kenyamanan wisatawan sekaligus melestarikan ekosistem pesisir.

Selain memberikan edukasi, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran lapangan bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah. Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, mahasiswa didorong untuk mengembangkan solusi inovatif terhadap persoalan lingkungan yang dihadapi daerah.

Ke depan, FIP Unutara berencana menjadikan Pantai Kastela sebagai laboratorium terbuka pengabdian masyarakat berbasis lingkungan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara kampus, masyarakat, pemerintah, dan pelaku wisata dalam mewujudkan destinasi wisata yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan.

Dengan semangat inovasi dan pengabdian, FIP Unutara terus menunjukkan perannya sebagai kampus yang tidak hanya mencetak lulusan berkualitas, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan sosial dan lingkungan di Maluku Utara. Upaya ini sekaligus mempertegas kontribusi Unutara dalam mendukung terwujudnya pariwisata Ternate yang tidak hanya memesona secara alamiah, tetapi juga lestari bagi generasi mendatang.

Share:
Komentar

Berita Terkini