![]() |
| foto istimewah |
Hai, kau yang baca sajak ini
Bisakah kita bicara meski lara
Biar terbata asal semua terkata
Aku terlalu lama bersama sepi
Aku tak bisa berbuat apa-apa
Saat semua jawabanmu adalah diam
Percayalah hati mu jangan pendam
Sebab kesetiaan hanya ada di dada
Di kaki gunung aku merindu mu
Dari tiap polos tatapanmu
Apakah kau masih meragu
Sayang, ini hanya soal waktu
Bungkus semua ketakutan itu
Kubur dia bersama masa lalu
Hadapkan wajahmu pada ku
Aku adalah jawaban resahmu
Bila kau baca bait terakhir puisi ini
Dan hatimu tenang itu adalah aku
Di sini sayang, hati mu berlabuh
Padaku, ya padaku. Aku rindu
Kaki gunung Welirang. Jumat 19 Agustus 2022
Penulis_Tepi
