![]() |
| Foto istimewa |
Sofifi - Menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang melanda sebagian wilayah perairan Maluku Utara dalam beberapa hari terakhir, Kepolisian Daerah Maluku Utara mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, nelayan, serta operator transportasi laut agar meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan pelayaran, pada kamis (5/3).
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Maluku Utara, Wahyu Istanto Bram, menegaskan bahwa keselamatan jiwa harus menjadi prioritas utama di tengah kondisi cuaca yang fluktuatif, seperti potensi angin kencang dan gelombang tinggi yang kerap terjadi di wilayah perairan Maluku Utara.
“Kami dari Polda Maluku Utara sangat mengimbau kepada seluruh masyarakat yang akan melakukan perjalanan melalui jalur laut, termasuk operator angkutan laut seperti kapal feri, speedboat, maupun kapal kayu tradisional, agar selalu waspada dan memperhatikan kondisi cuaca sebelum berlayar,” ujarnya.
Ia meminta masyarakat serta para nahkoda kapal untuk secara rutin memantau informasi prakiraan cuaca yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), operator kapal juga diminta memastikan kelengkapan serta kelayakan alat keselamatan pelayaran seperti life jacket dan lifebuoy, serta tidak mengangkut penumpang maupun barang melebihi kapasitas kapal.
Menurutnya, apabila kondisi cuaca dinilai tidak aman, masyarakat dan operator kapal sebaiknya menunda keberangkatan demi keselamatan bersama.
“Lebih baik menunda keberangkatan daripada memaksakan diri berlayar yang justru berpotensi menimbulkan kecelakaan laut yang tidak kita inginkan. Ingat, ada keluarga yang menunggu kita pulang dengan selamat di rumah,” tegasnya.
Sementara itu, Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara Polda Maluku Utara bersama jajaran Polres dan Polresta di wilayah kepulauan terus meningkatkan patroli serta melakukan sosialisasi di pelabuhan-pelabuhan untuk memastikan standar keselamatan pelayaran diterapkan secara disiplin.
Masyarakat yang membutuhkan bantuan atau mengetahui adanya kondisi darurat di perairan diimbau segera melaporkan kepada pos polisi terdekat atau menghubungi layanan darurat kepolisian. (Red/nal)
