Sherly Tjoanda Hadirkan Harapan Lewat Gerakan Pangan Murah di Haltim

Editor: Admin

 

Foto istimewa 

Sofifi, Dalam pemerintahan Gubernur Malut Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe, harapan bagi masyarakat terus diupayakan melalui berbagai kebijakan yang menyentuh secara langsung kebutuhan rakyat. Tidak hanya fokus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan selama Ramadan hingga Idulfitri, pemerintah provinsi juga menghadirkan solusi konkret melalui Gerakan Pangan Murah yang digelar di Desa Nusa Jaya, Kecamatan Wasile Selatan, Kabupaten Halmahera Timur, Kamis (5/3).

Sherly Tjoanda yang dikenal sebagai gubernur perempuan pertama di tanah Moloku Kie Raha, program tersebut bukan sekadar kegiatan pasar murah, melainkan bentuk nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat yang membutuhkan, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan rumah tangga di bulan suci Ramadan.

Dalam arahannya kepada masyarakat, Sherly menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut, ia juga mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga kolaborasi positif demi mendorong kesejahteraan masyarakat di Malut

“Program seperti ini tidak akan berjalan baik tanpa dukungan semua pihak, karena itu saya mengapresiasi sinergi yang terbangun, dan berharap kerja sama ini terus kita jaga demi kepentingan masyarakat,” ujar Sherly.

Melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah pemerintah menyediakan sejumlah komoditas pangan strategis dengan harga jauh di bawah harga pasar, langkah tersebut diambil sebagai upaya membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadan sekaligus mengantisipasi lonjakan harga yang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Sejak siang hari, ratusan warga terlihat memadati lokasi kegiatan. Mereka datang untuk mendapatkan paket bahan pokok dengan harga terjangkau guna memenuhi kebutuhan dapur keluarga.

Salah satu warga Desa Nusa Jaya, Suhartati Duko mengaku sangat terbantu dengan program tersebut. Menurutnya, pengeluaran rumah tangga biasanya meningkat selama bulan Ramadan sehingga kehadiran pasar murah sangat meringankan beban masyarakat.

“Ini sangat positif untuk membantu keluarga, apalagi pengeluaran biasanya meningkat di bulan Ramadan,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan salah satu warga yang mengaku bersyukur atas perhatian pemerintah provinsi terhadap masyarakat di daerahnya.

“Terima kasih banyak kepada Ibu Gubernur dan Wakil Gubernur beserta jajarannya,” ucapnya dengan penuh haru.

Perempuan paruh baya itu berharap program Gerakan Pangan Murah tidak hanya dilakukan sekali, tetapi dapat terus digelar di masa mendatang, terutama menjelang hari besar keagamaan seperti Idulfitri ketika harga kebutuhan pokok sering mengalami kenaikan.

Dalam kegiatan pasar murah Pemerintah Provinsi Malut melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan menyediakan 1.000 paket sembako bersubsidi bagi masyarakat, setiap paket dijual dengan harga Rp50.000 dan berisi kebutuhan pokok utama, yakni beras 5 kilogram, gula pasir 2 kilogram, serta minyak goreng 2 liter. 

Harga tersebut jauh lebih murah dibandingkan harga di pasaran, sehingga menjadi solusi bagi masyarakat berpenghasilan rendah, selain kegiatan sembako murah, pemerintah juga memanfaatkan momentum tersebut untuk membuka ruang dialog langsung dengan masyarakat.

Dalam sesi dialog interaktif yang berlangsung di sela kegiatan, warga menyampaikan berbagai aspirasi kepada pemerintah daerah. Beberapa di antaranya berkaitan dengan kebutuhan bus sekolah untuk menunjang transportasi pelajar serta alat dan mesin pertanian (alsintan) guna mendukung peningkatan produktivitas pertanian masyarakat.

Bagi Sherly dan Sarbin, dialog langsung seperti ini menjadi sarana penting untuk mendengar kebutuhan masyarakat secara nyata di lapangan.

Melalui komunikasi langsung tersebut, pemerintah dapat menampung berbagai ide, masukan, serta keluhan masyarakat yang nantinya akan menjadi bahan pertimbangan dalam merumuskan program pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Pendekatan ini sekaligus menegaskan komitmen kepemimpinan Sherly–Sarbin untuk menghadirkan pemerintahan yang responsif, terbuka, dan berpihak kepada masyarakat.

Gerakan Pangan Murah yang digelar di Halmahera Timur ini juga menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah provinsi dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat selama Ramadan, selain membantu masyarakat secara langsung, kegiatan tersebut juga berfungsi menekan potensi lonjakan harga kebutuhan pokok di pasar.

Dengan hadirnya program-program yang menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Idulfitri, langkah seperti ini menjadi simbol bahwa pemerintah tidak hanya hadir melalui kebijakan, tetapi juga melalui aksi nyata yang dirasakan langsung oleh rakyat.

Bagi warga Desa Nusa Jaya Gerakan Pangan Murah bukan sekadar program bantuan sesaat, ia menjadi harapan bahwa pemerintah terus berada di sisi masyarakat, terutama pada momen-momen penting seperti bulan Ramadan. (Red/nal)

Share:
Komentar

Berita Terkini