![]() |
| Foto panen bersama |
Halmahera Tengah — Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) mulai menunjukkan dampak nyata bagi masyarakat desa. Kelompok tani di Desa Wairoro Indah, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah, berhasil melakukan panen perdana semangka sebanyak 10 ton hanya dalam dua hari, membuka peluang baru peningkatan ekonomi petani lokal.
Ketua Kelompok Demplot Wairoro Indah, Muhammad Holili, menjelaskan panen pertama dilakukan pada Senin, 6 April 2026 dengan hasil 4 ton 800 kilogram, sementara panen kedua pada Selasa, 7 April 2026 mencapai 5 ton 200 kilogram. Total panen dari lahan demplot pertama pun tembus 10 ton.
Panen tersebut turut didampingi fasilitator kecamatan Harmiyati, Rukmana, serta Ketua Kader Desa Wairoro Indah, David. Kehadiran mereka menjadi bagian dari pendampingan intensif Program TEKAD kepada kelompok tani.
“Alhamdulillah, semua hasil panen habis terjual. Pembeli datang langsung ke lokasi, baik dari pasar lokal maupun lapak di Wairoro dan Lelilef,” ujar Holili.
Sedikitnya tujuh pedagang lokal membeli langsung di lokasi panen pertama, di antaranya Ustad Dadang (1.600 kg), Abdullah (1.500 kg), Faujin (400 kg), Heru (300 kg), Wangit (300 kg), Ani (300 kg), dan Ju (400 kg). Sementara pada panen kedua, pembeli juga berdatangan seperti Erik (400 kg), Pras Setyo (2.000 kg), Babin (500 kg), Gusni (1.000 kg), Kusno (1.000 kg), serta tambahan semangka kecil sebanyak 300 kilogram.
Dengan harga jual di tingkat petani berkisar Rp8.000 hingga Rp8.500 per kilogram, kelompok tani berhasil meraih omzet sekitar Rp85 juta dalam satu kali masa tanam. Angka ini menjadi indikator kuat bahwa komoditas semangka memiliki potensi ekonomi menjanjikan bagi petani Halmahera Tengah.
Menariknya, permintaan pasar masih jauh lebih besar. Kelompok tani mengaku masih menerima pesanan dari luar wilayah Weda hingga lebih dari 13 ton, namun belum dapat dipenuhi karena keterbatasan produksi.
“Kami akan menanam secara berkelanjutan agar bisa memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat,” tambah Holili.
Pada panen kedua, Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) Amir Hasim yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Halmahera Tengah turut hadir memberikan motivasi kepada petani.
“Kami berharap budidaya semangka ini terus berlanjut. Ini bukan hanya untuk kebutuhan rumah tangga, tapi juga meningkatkan kesejahteraan petani. Jika petani sejahtera, maka daerah dan negara juga kuat,” ujarnya.
Koordinator Program TEKAD Kabupaten Halmahera Tengah, Ataki Ismail, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mengubah pola pikir masyarakat desa dari konsumtif menjadi produktif.
“Program TEKAD mendorong petani lebih mandiri dan mampu memutus mata rantai kemiskinan. Jika ditekuni dengan serius, bukan hanya kebutuhan pokok terpenuhi, tetapi juga kesejahteraan keluarga meningkat,” jelasnya.
Kelompok tani Wairoro Indah bersama seluruh anggota juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Desa Daerah Tertinggal atas dukungan Program TEKAD, serta pendampingan fasilitator dari tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa.
Keberhasilan panen perdana ini menjadi sinyal kuat bahwa pertanian hortikultura di Halmahera Tengah memiliki potensi besar sebagai motor ekonomi desa. Dengan dukungan berkelanjutan dan perluasan lahan tanam, semangka Wairoro Indah diyakini dapat menjadi komoditas unggulan baru daerah. (Red/tim)
