![]() |
| Mukhtar A Adam saat dialog di Unipas |
Morotai — Universitas Pasifik Morotai menggelar dialog terbuka bertema Krisis Global dan Kenaikan Harga BBM terhadap Ketahanan Fiskal yang dipusatkan di aula Kantor Bupati Pulau Morotai, Sabtu (18/4). Kegiatan yang diinisiasi Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) itu mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa meski dilaksanakan pada akhir pekan.
Dialog tersebut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Dr. Mukhtar A. Adam, Kepala Bappeda Kabupaten Pulau Morotai, serta Kepala BPKAD Marwan.
Kegiatan ini menjadi ruang diskusi terbuka bagi civitas akademika untuk membedah dampak gejolak ekonomi dunia terhadap kondisi fiskal nasional dan daerah, terutama ancaman kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang berpotensi menekan keuangan negara.
Ketua Program Studi Akuntansi FEB Unipas, Yusnaini, dalam sambutannya menegaskan bahwa tantangan bangsa ke depan semakin kompleks. Menurutnya, krisis global yang berujung pada lonjakan harga energi dapat menggerus ketahanan fiskal Indonesia jika tidak diantisipasi secara tepat.
“Problem bangsa ke depan semakin mengancam ketahanan fiskal. Jika krisis global berdampak pada kenaikan harga BBM, maka ekonomi menjadi tidak efisien. Tekanan defisit APBN yang harus ditopang subsidi berpotensi membuat APBN jebol,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dampak lanjutan dari tekanan APBN adalah berkurangnya dana transfer ke daerah, yang selama ini menjadi salah satu sumber utama pembiayaan pembangunan daerah.
“Karena itu, Unipas menginisiasi dialog terbuka ini untuk memberi perspektif kepada mahasiswa agar memahami dinamika ekonomi nasional dan global secara lebih utuh,” katanya.
Menurut panitia, kegiatan tersebut awalnya dijadwalkan berlangsung pada 16 April 2026. Namun karena adanya penyesuaian agenda, pelaksanaan ditunda hingga Sabtu (18/4). Meski demikian, penundaan itu tidak mengurangi minat mahasiswa untuk hadir dan mengikuti jalannya diskusi.
Sejak pagi, aula Kantor Bupati Pulau Morotai dipenuhi mahasiswa dari berbagai program studi yang ingin mendengar langsung pandangan para narasumber mengenai situasi ekonomi terkini.
Dalam forum itu, para pembicara mengulas hubungan antara konflik global, potensi kenaikan harga minyak dunia, kebijakan subsidi BBM, hingga dampaknya terhadap kemampuan fiskal pemerintah pusat maupun daerah.
Dr. Mukhtar A. Adam menyoroti bahwa ketergantungan pada subsidi energi di tengah tekanan global dapat mempersempit ruang fiskal pemerintah. Sementara daerah-daerah juga akan ikut terdampak apabila transfer anggaran dari pusat menurun.
Ia menilai kampus memiliki peran penting sebagai ruang intelektual untuk membangun kesadaran kritis mahasiswa terhadap persoalan ekonomi nasional.
Dialog berlangsung interaktif dengan sesi tanya jawab yang membahas isu efisiensi anggaran, peluang diversifikasi ekonomi daerah, serta langkah strategis menghadapi potensi perlambatan ekonomi global.
Melalui kegiatan ini, Universitas Pasifik Morotai diharapkan terus menjadi pusat kajian ilmiah dan diskusi publik dalam merespons isu-isu strategis yang berdampak langsung terhadap masyarakat. (Red/tim)
