![]() |
| Foto istimewa |
Jakarta, 14 April 2026 — Komitmen pemerintah dalam menjaga stabilitas sosial dan memperkuat layanan kesejahteraan kembali ditegaskan dalam pertemuan strategis antara Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), dengan Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta.
Audiensi ini menjadi momentum penting memperkuat kolaborasi pusat dan daerah dalam merespons berbagai isu krusial di Maluku Utara, mulai dari konflik sosial, penanganan dampak bencana, hingga percepatan pembangunan sektor pendidikan berbasis kerakyatan.
Pemerintah memberikan perhatian serius terhadap konflik yang terjadi antara warga Desa Banemo dan Desa Sibenpopo di Halmahera Tengah. Insiden yang dipicu oleh penemuan jenazah warga tersebut berkembang menjadi bentrokan yang menimbulkan korban jiwa, luka-luka, serta kerusakan sejumlah rumah.
Gus Ipul menegaskan bahwa Kementerian Sosial siap turun langsung untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi, sekaligus mendukung proses pemulihan sosial.
“Negara harus hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi konflik seperti ini. Kami pastikan bantuan sosial dan dukungan pemulihan berjalan maksimal,” tegasnya.
Selain konflik sosial, pertemuan ini juga membahas dampak gempa bumi berkekuatan 7,6 magnitudo yang mengguncang wilayah Pulau Batang Dua. Bencana tersebut turut memengaruhi kondisi sosial dan ekonomi warga setempat.
Kemensos memastikan kesiapsiagaan dalam penyaluran bantuan logistik, layanan trauma healing, serta dukungan bagi kelompok rentan. Sinergi dengan pemerintah daerah menjadi kunci agar penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.
Tak hanya fokus pada penanganan darurat, pemerintah juga mendorong program jangka panjang melalui pembangunan Sekolah Rakyat di Halmahera Barat dan Halmahera Utara.
Program ini menjadi simbol komitmen negara dalam membuka akses pendidikan yang lebih luas dan inklusif bagi masyarakat. Ditargetkan rampung pada Juni 2026, Sekolah Rakyat diharapkan menjadi pusat penguatan sumber daya manusia di wilayah timur Indonesia.
Wakil Gubernur Sarbin Sehe menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat. Ia menegaskan bahwa sinergi ini menjadi harapan baru bagi masyarakat Maluku Utara untuk bangkit, pulih, dan maju.
Pertemuan ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam membangun Maluku Utara secara holistik—tidak hanya menangani krisis, tetapi juga menyiapkan masa depan.
Dengan pendekatan kolaboratif antara pusat dan daerah, Maluku Utara diarahkan menjadi wilayah yang tangguh secara sosial, siap menghadapi bencana, dan unggul dalam pembangunan manusia.
“Ini bukan hanya soal penanganan masalah, tapi tentang membangun harapan baru bagi masyarakat,” tutup Gus Ipul. (Red/tim)
.jpg)